10 Rahasia Seks yang Jarang Anda Sadari – Membicarakan seks ternyata tidak hanya berhenti pada kenikmatan ritual di atas ranjang. Karena seks ternyata juga berpengaruh pada banyak aspek kehidupan. Mulai dari hal-hal yang membuat orang tertarik pada seks, cerita dibalik seks, ritual dengan hubungan seks, hingga efek positif dan negatif dari hubungan seks.

Seks yang sehat dipercaya akan mempengaruhi kedekatan emosional pasangan. Sehingga banyak pasangan berusaha mensukseskan adegan ranjang itu dengan segenap upaya yang bisa dilakukan. Hal-hal lain yang tak kalah menarik adalah, seks ternyata terkait moral dan kelakuan. Ritual dewa-dewi, kesuburan panen, debat G-spot, hingga misteri lain seputar seks merupakan pembicaraan menarik yang ada kaitannya dengan seks itu sendiri.

Dan tahukah Anda, ketika seseorang yang berani nekat menyerempet bahaya kehilangan keperawanan atau keperjakaan, mungkin akan muncul tudingan bermacam-macam. Ternyata, ada faktor genetik yang mempengaruhi keputusan demikian. Hal ini mungkin tidak ada di benak Anda selama ini. Mengutip liputan6.com berikut ini adalah 10 hal tentang seks yang sebelumnya jarang disadari:

1. Rahasia Seks Pertama Kali

Setiap orang mempunyai alasan yang berbeda untuk memutuskan kapan melakukan seks untuk pertama kali. Tapi suatu penelitian terkini mengungkapkan bahwa terdapat peran penting dari genetik yang mempengaruhi seberapa cepat seseorang membuat keputusan tersebut.

Kenyataannya, penelitian pada pasangan-pasangan kembar yang terpisah sejak lahir mengungkapkan bahwa ada kaitan kuat secara genetik tentang usia seseorang melepaskan keperjakaan atau keperawanan.

2. Rahasia Klitoris

Kebanyakan orang mengetahui tentang klitoris dan letaknya. Tapi, itu hanyalah ujung kecil organ tersebut. Tonjolan mungil yang dapat menjadi tempat merangsang wanita itu hanyalah sebagian kecil.

Kenyataannya, mayoritas klitoris terletak di dalam panggul. Ketika mengembang, organ itu melingkupi seputar vagina sehingga vagina dan seks menjadi lebih nikmat bagi pasangan karena sang wanita lebih terangsang.

Jadi kenapa hampir semua orang mengira klitoris hanya tonjolan mungil di bagian luar? Yang jelas, sebagai bagian yang terlihat, tentu saja bagian itu lebih dikenal. Alasan lain adalah karena para peneliti belum mengetahui besarnya organ itu sebelum penggunaan mesin MRI di tahun 90-an.

Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik adalah alat pemindai yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh.

Barulah pada 2009 dunia diperkenalkan dengan gambar sonogram 3D organ itu. Tentu saja tonjolan kecil itu tetap penting. Faktanya, di titik itu ada lebih dari 8.000 serat syaraf, lebih dari dua kali jumlah yang ada di kepala penis.

3. Sperma Bergizi Tinggi

Untuk satu takaran senilai 15 kalori, sperma mengandung jumlah protein yang sama dengan putih telur berukuran besar, vitamin C, kalsium, magnesium, potasium, vitamin B12 dan seng.

Memang mungkin tidak sama sehatnya dengan multivitamin, tapi tidak banyak vitamin yang tersaji dengan dampak demikian nikmatnya.

4. Seks Membantu Menjaga Kesehatan

Melakukan  1 atau 2 kali seminggu sesungguhnya meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang karena meningkatkan kadar immunoglobulin A dalam tubuh. Immunoglobulin A adalah zat antibodi dalam ludah dan selaput lendir yang membantu menghentikan flu sebelum mulai dengan cara memerangi virus sebelum melewati hidung atau mulut.

5. Seks Membuat Wanita Tampak Lebih Menarik

Ketika kaum wanita melakukan seks, kadar estrogen dalam tubuhnya meningkat dua kali lipat, sehingga rambutnya lebih berkilau dan kulitnya lebih lembut. Kata Patti Britton, PhD, seorang ahli seksologi klinis, “Estrogen diduga menjadi rahasia awet muda bagi kaum wanita.”

Bukan hanya itu, peningkatan aliran darah karena orgasme membuat pipi lebih merona dan bibir lebih merah. Jadi, kalau seorang wanita ingin tampil lebih cantik, raihlah suasana ranjang yang panas, bukan ke salon kecantikan.

6. Aktif Secara Seksual dan Kemungkinan Tertular Penyakit

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa lebih dari 80 pesien kaum dewasa yang aktif secara seksual pada suatu saat akan tertular penyakit menular seksual (PMS) walau tidak menyadarinya.

Hal itu bisa terjadi karena 80 persen orang yang tertular salah satu dari 25 PMS tidak menunjukkan gejala apapun atau sadar telah mengidapnya. Kenyatannya, perkiraan American Social Health Association menyebutkan bahwa 80 persen yang aktif secara seksual tertular Human Papillomavirus (HPV) di suatu saat dalam kehidupan mereka.

Statistik itu memang diambil sebelum diterbitkannya vaksin HPV. Padahal, vaksin itu hanya mencegah 2 jenis HPV yang paling ganas. Artinya, orang yang mendapat vaksin masih bisa tertular virus jenis lain. Walaupun angka itu menakutkan, kebanyakan orang yang mengidap PMS tidak menderita dampak negatif akibatnya.

7. Keluarga Berencana Dapat Mengakibatkan Pergeseran Selera

Pil pencegah kehamilan (pil KB) mungkin baik bagi perasaan kaum wanita. Tapi pil ini diduga bisa juga mengganggu kehidupan seks mereka. Suatu penelitian terkini mengungkapkan bahwa kaum wanita yang menelan pil KB mendapatkan pasangan yang menurut mereka kurang menarik dan lebih buruk di ranjang.

Karena pria-pria seperti itu memberikan kesempatan yang lebih untuk hubungan jangka panjang. Walaupun kaum wanita mungkin tidak terlalu puas secara seksual, namun rata-rata mereka lebih berbahagia dengan aspek-aspek non-seksual dalam hubungan dengan pasangannya.

8. Rahasia Rasa Cairan Mani

Untuk kaum pria, jika ingin agar pasangan lebih puas secara oral, cobalah berpikir mengganti jenis makanan agar pasangan terpuaskan. Ternyata, buah manis seperti kiwi, semangka, dan nanas membuat cairan mani terasa ringan.

Bir dan kopi memberikan rasa yang kuat cenderung pahit. Daging dan ikan membuat rasa berminyak sedangkan buah masam seperti kranberi, plum, dan minuman campuran alkohol memberi rasa manis.

Tapi, sebisa mungkin menghindari produk susu karena air mani bisa terasa basi yang diakibatkan oleh tingginya kadar bakteri.

9. Misteri Besar Seksualitas Wanita

Sampai sekarang pun belum ada kesepakatan ilmiah tentang keberadaan G-spot ataupun ejakulasi kaum wanita. Pihak yang kritis terhadap G-spot fokus pada argumen mereka pada fakta bahwa begitu banyak wanita yang tidak mengalami orgasme vagina sehingga G-spot dianggap tidak ada.

Lebih dari itu, mereka menegaskan tidak ada daerah di dalam vagina yang memiliki ujung-ujung syaraf lebih banyak dari pada klitoris. Mereka juga menggunakan temuan yang menyebutkan klitoris sebagai bagian organ internal dan mengutarakan bahwa orgasme vaginal disebabkan oleh organ yang sama, bukan kawasan rangsangan yang terpisah.

Sebaliknya, pendukung G-spot berpendapat bahwa vagina memang memiliki kawasan rangsangan yang membesar ketika terangsang dan daerah itulah yang memberikan pelumas tambahan ketika wanita sedang terangsang secara seksual.

Mereka juga menunjukkan bahwa penelitian suara ultra memperlihatkan perubahan di daerah itu pada saat melakukan seks. Debat tentang ejakulasi wanita kerap dikaitkan dengan argumen tentang G-spot dan para pendukung G-spot yang berpendapat bahwa ejakulasi terkait dengan perangsangan pada G-spot. Cukup luas diterima bahwa ada beberapa wanita yang diketahui menyemburkan cairan ketika orgasme, sehingga debat yang ada kebanyakan berkutat pada bahan pembuat cairan itu.

Banyak yang berpendapat bahwa cairan itu adalah urine. Beberapa pendukung berpendapt bahwa itu adalah zat yang berbeda, bukan sekedar urin. Tapi urine berisi sekumpulan zat unik yang membuatnya layak disebut ejakulasi secara seksual, tanpa mengkaitkan hubungannya dengan kantung kemih.

10. Organ Seks Wanita Semakin Dipelajari

Ada beberapa alasan mengapa sedikit sekali yang diketahui tentang seksualitas wanita. Klitoris, G-spot, dan ejakulasi wanita, semuanya tidak berkaitan dengan reproduksi dan hanya berkaitan dengan kenikmatan. Bahkan, klitoris adalah satu-satunya organ tubuh yang keberadaanya hanya untuk kenikmatan.

Dengan demikian, para ilmuwan mengangap bahwa organ-organ itu kurang menarik dibandingkan dengan sel telur, vagina, penis, ataupun testis. Tentu saja, dengan semakin bertambahnya pengertian tentang organ-organ seks itu, para ilmuwan bisa memulai menambah pengertian tentang peran non-repoduktif yang lebih kompleks.

Demikian juga dengan jangka waktunya. Jika diamati, kebanyakan penelitian organ seks wanita untuk aspek kenikmatan baru dilakukan dalam 20 tahun belakangan.
Dalam kurun waktu itu, terjadi dua perubahan besar. Sekarang ini jauh lebih banyak wanita yang menjadi dokter dan ilmuwan. Teknologi juga memungkinkan cara pandang baru tentang tubuh manusia.

Secara alamiah, kaum wanita menunjukan ketertarikan lebih yang lebih tentang apa yang membuat tubuh wanita menikmati seks. Tanpa perangkat seperti MRI, tidak mungkin kita menguak tentang keberadaan klitoris internal, misalnya. Dengan perubahan-perubahan itu, kemungkinan besar pengertian seksualitas wanita akan sangat bertambah dalam beberapa dekade ke depan.

Sudah Tahu Rahasia Sukses Di Ranjang ???

Istri selalu PUAS kewalahan ??? Istri selalu minta jatah lagi ??? Anda Selalu Bisa Tampil PD Menghadapinya ???

KLIK DI SINI !!!

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here