Hasil Penelitian, 12 Cara Menjaga Kesehatan Vagina

Perawatan mandiri menjadi cara paling efektif agar kebersihan vagina selalu terjaga. Namun, banyak wanita yang tidak tahu bagaimana bentuk perawatan mandiri sebagai cara menjaga kesehatan vagina tersebut.

1
316
Cara Menjaga Kesehatan Vagina

Cara Menjaga Kesehatan Vagina – Vagina atau yang populer dengan sebutan Miss V merupakan organ paling sensitif di tubuh wanita. Hal ini mengakibatkan vagina dan daerah sekitarnya rentan mengalami infeksi bakteri atau jamur. Gejala awalnya bisa berupa bau tak sedap atau gatal. Jika tak ditangani dengan benar, infeksi tersebut dalam jangka panjang bisa berubah menjadi penyakit serius.

Karena itulah, menjaga kesehatan vagina merupakan suatu keharusan bagi setiap wanita. Cara menjaga kesehatan vagina yang dilakukan pun harus baik dan benar. Perawatan mandiri menjadi cara paling efektif agar kebersihan vagina selalu terjaga. Namun, banyak wanita yang tidak tahu bagaimana bentuk perawatan mandiri sebagai cara menjaga kesehatan vagina tersebut. Nah, berikut ini kami sajikan cara menjaga kesehatan vagina khusus untuk Anda. Simak, yuk!

1. Bersihkan vagina setelah BAK dan BAB

Jagalah kebersihan daerah genital Anda dengan membasuhnya setiap hari menggunakan air atau cairan pembersih kewanitaan. Lakukan setelah buang air kecil maupun buang air besar. Menjaga kebersihan vagina juga sangat erat kaitannya dengan cara membasuhnya. Yang benar adalah dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Apabila yang dilakukan adalah sebaliknya, yaitu dari arah belakang (anus) ke depan (vagina), maka itu hanya akan memindahkan bakteri dari anus ke liang vagina. Setelah dibasuh, keringkan Miss V dengan handuk yang lembut agar tidak lembab dan basah.

2. Gunakan pakaian dalam yang aman dan nyaman

cara menjaga kesehatan vaginaBagaimana cara memilih pakaian dalam yang nyaman dan tentunya aman? Sebaiknya hindari pakaian dalam yang terbuat dari bahan sintetis atau poliester, karena mudah lembab, basah, dan membutuhkan waktu lama untuk kering. Sebagai gantinya, gunakan pakaian dalam yang berbahan katun karena dapat menyerap keringat dengan baik. Selanjutnya, pilihlah celana dalam yang longgar agar daerah kewanitaan tetap kering dan sirkulasi udaranya baik. Sebaiknya ganti celana dalam minimal 2 kali sehari atau jika basah.

3. Menjaga kesehatan vagina selama menstruasi

Menstruasi menjadi hal yang wajar dialami wanita. Namun, jika tidak diperhatikan dengan baik, bisa jadi akan mengganggu kesehatan wanita itu sendiri. Maka dari itu sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan vagina selama menstruasi.

Jangan gunakan pembalut terlalu lama. Sebaiknya ganti pembalut setiap 2-3 jam sekali atau ketika sudah penuh. Pembalut bekerja dengan menyerap darah. Jika digunakan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan berkembangnya bakteri dan jamur sehingga menyebabkan ruam, infeksi, serta iritasi. Selanjutnya hindari penggunaan tampon karena tidak higienis dan dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di vagina.

4. Mencukur rambut kemaluan secara teratur

Salah satu cara menjaga kesehatan vagina yang baik bisa diperoleh dengan mencukur rambut kemaluan secara teratur. Mengapa demikian? Karena rambut berlebih di sekitar vagina membuat daerah sekitar vagina menjadi lembab sehingga bakteri dan jamur bisa berkembang dengan mudah. Bakteri dan jamur yang berkembang di sekitar vagina bisa menyebabkan infeksi, gatal, dan bau tak sedap. Namun, sebaiknya hindari untuk mencukur rambut kemaluan sampai habis. Hal ini karena rambut kemaluan juga memiliki manfaat, yaitu sebagai pelindung vagina, memberikan kehangatan, serta sumber feromon (zat yang mengatur perilaku dan gairah seks) alami.

5. Lakukan pemeriksaan kesehatan vagina secara teratur

cara menjaga kesehatan vaginaPemeriksaan teratur kesehatan vagina harus dilakukan oleh setiap wanita. Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan vagina sekurang-kurangnya 6 bulan sekali. Hal ini bertujuan sebagai upaya pencegahan penyebaran infeksi bakteri dan jamur di sekitar vagina. Contoh pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu papsmear, VCT, IVA, dan yang lainnya.

6. Gunakan cairan pembersih kewanitaan secukupnya

Jangan berlebihan ketika menggunakan cairan pembersih kewanitaan. Hindari penggunaan cairan pembersih kewanitaan yang beraroma kuat nan menyengat. Pilihlah cairan pembersih kewanitaan yang memiliki pH (tingkat keasaman) antara 3-4 (bisa dibaca pada label kemasan). Hindari produk cairan pembersih kewanitaan yang memiliki pH lebih tinggi dari 4, karena bisa membuat kulit di sekitar vagina menjadi cepat keriput serta membunuh bakteri baik yang ada dalam vagina.

7. Cara Menjaga kesehatan vagina sebelum dan sesudah seks

Sebelum melakukan hubungan seks, cuci daerah genital Anda terlebih dahulu. Cara ini membuat vagina tetap bersih dan menghilangkan bau. Kemudian setelah bercinta, cuci kembali daerah genital Anda. Bersihkan daerah kewanitaan secara intens dalam 20 menit setelah berhubungan seks untuk menghindari infeksi. Selanjutnya, kosongkan kandung kemih dengan cara buang air kecil agar bakteri dan virus keluar bersama urin.

8. Tetap jaga kebersihan daerah kewanitaan saat di toilet umum

Setelah buang air kecil atau besar di toilet umum, sebisa mungkin gunakan air bersih atau yang mengalir langsung dari keran untuk membasuh vagina dan daerah sekitarnya. Mengapa demikian? Karena sebuah penelitian membuktikan bahwa air yang ditampung dalam bak atau ember di toilet-toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans, sedangkan air yang mengalir dari keran hanya mengandung sekitar 10-20% jamur candida albicans. Apabila jamur candida albicans tersebut hidup di vagina, maka akan menyebabkan gatal di vagina dan beresiko mengalami keputihan.

Baca juga: Bentuk Keputihan yang Sering Dikhawatirkan

Antisipasi lainnya yaitu jangan langsung duduk di toilet umum, tetapi bersihkan permukaannya terlebih dahulu sebelum Anda duduk. Infeksi vagina lebih sering disebabkan karena penyebaran bakteri dan virus di toilet umum.

9. Minum cukup air

Solusi terbaik sebagai cara menjaga kesehatan vagina adalah dengan minum air putih yang cukup dan teratur. Air dapat membantu membuang bakteri dan virus sehingga bisa keluar bersama urin.

10. Konsumsi makanan yang sehat

Hindari makan daging terlalu sering karena bisa menyebabkan bau di vagina. Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina, Anda harus sering mengonsumsi sayuran hijau, buah-buahan segar, dan minum 2 liter air setiap hari.

11. Jangan menggunakan bedak untuk menghilangkan bau

Cara menjaga kesehatan vaginaMengapa demikian? Karena bedak terdiri dari partikel-partikel halus yang mudah terselip dan menempel pada organ kewanitaan, yang pada akhirnya akan membuat jamur dan bakteri mudah untuk berkembang biak. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan bedak pada organ kewanitaan. Juga jangan menggunakan wewangian lain atau parfum yang belum teruji keamanannya. Sebagai gantinya, untuk menghilangkan bau di daerah kewanitaan bisa menggunakan rebusan daun sirih atau cairan pembersih kewanitaan.

12. Memilih pembalut yang baik

Saat menstruasi, gunakanlah pembalut yang berdaya serap tinggi dan terasa lembut saat dipakai. Pembalut yang memiliki kriteria tersebut dapat mengurangi resiko  iritasi pada kulit di sekitar vagina. Hindarilah menggunakan pembalut yang diberikan wewangian atau parfum yang beraroma kuat, karena juga bisa mengiritasi kulit di sekitar daerah kewanitaan. Tips memilih pembalut ini juga bisa Anda terapkan saat Anda membeli pantyliner.

Jangan lewatkan: Cara Merapatkan Vagina Agar Kembali Seperti Perawan

Nah, mulai saat ini lakukan cara menjaga kesehatan vagina di atas agar vagina Anda selalu bersih, harum, dan tentunya sehat. Sangat mudah, bukan? Semoga bermanfaat.

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here