3 Alasan Wanita Lebih Memilih Pria Yang Sudah Disunat – Secara medis, sunat bukanlah suatu kewajiban. Namun demikian para pria bahkan yang masih dalam usia belia telah disunatkan oleh orang tuanya. Paling tidak, tiga alasan ini adalah yang mendasarinya mereka harus menghilangkan kulup yang menutupi ujung penisnya itu. Yaitu tradisi budaya, keyakinan agama dan menjaga kebersihan.

Namun lambat laun sunat menjadi penting bagi kehidupan seks karena pengaruhnya. Terdapat perbedaan khusus yang bisa wanita dapatkan apabila menjalani hubungan intim dengan pria yang sudah disunat, yang tidak dapat dirasakan ketika berhubungan badan dengan pria yang belum disunat.

Apa Bedanya Penis Yang Disunat Dan Tidak?

Secar fisik perbedaan yang ada antara penis yang disunat dan tidak adalah, penis yang tidak disunat masih memiliki kulup yang menempel di ujung kepala penis. Sementara, yang disunat tidak. Selain itu, tidak ada lagi yang membedakan keduanya. Lalu bagaimana dengan cara kerja atau sensasi yang didapat dalam berhubungan intim?

1. Perbedaan Dalam Kebersihan Penis

Pada kepala penis, ada kelenjar yang memproduksi cairan yang disebut smegma, yang memungkinkan kulup untuk bergerak membuka dan menutupi puncak kepala penis dengan mudah.

Ketika kepala penis yang belum disunat tidak rutin dibersihkan, cairan ini menumpuk bersama sel kulit mati, bakteri, kuman, kadang juga pasir dan kotoran sehingga memproduksi bau tidak sedap dan bisa mengiritasi kulit, menyebabkan peradangan atau bahkan infeksi baik pada kulup atau kelenjar.

Meskipun smegma pada umumnya tidak berbahaya dan dapat dengan mudah diatasi dengan kebersihan pribadi yang baik. Namun jika tidak rutin dibersihkan, kelembapan yang ada diantara kulup dan ujung penis menjadi tempat sarang bakteri yang nyaman. Dan akhirnya rentan membuat infeksi jamur, saluran kencing hingga penyakit menular seksual, khususnya virus HIV.

Lain halnya ketika penis disunat, tidak adanya kulit kulup akan menghemat waktu saat membersihkan tubuh, walaupun tidak scara signifikan.

Selain itu, beberapa wanita mungkin merasa lebih nyaman saat berhubungan seks dengan pria yang disunat karena relatif bersih. Hal ini bisa meningkatkan fungsi seksual wanita, karena dia merasa memiliki peluang yang lebih rendah untuk mendapatkan infeksi.

3. Perbedaan Dalam Kesehatan Penis

Ketika seorang pria tidak disunat, uap air dapat terjebak antara penis dan kulup. Keadan ini akan menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

Pria yang tidak disunat juga lebih mungkin untuk menularkan setiap infeksi yang mereka miliki, termasuk infeksi ragi, infeksi saluran kencing (ISK), dan penyakit kelamin (terutama HPV dan HIV), misalnya herpes genital, bisul genital, chancroid, dan sifilis.

Penis yang tidak disunat bahkan juga menempatkan pasangan wanita Anda pada peningkatan risiko penyakit kelamin, dengan kejadian herpes genital, Trichomonas vaginalis, bacterial vaginosis, HPV menular seksual (yang menyebabkan kanker serviks), dan mungkin klamidia hingga lima kali lebih banyak daripada wanita yang memiliki pasangan seks yang telah disunat.

Juga penting untuk dicatat bahwa memiliki kulup adalah faktor risiko nomor satu untuk infeksi HIV pada pria heteroseksual. Pria yang tidak disunat memiliki 2-8 kali lipat risiko HIV lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang disunat.

Penjelasan lain yang mungkin adalah, kulit kulup rentan robek saat berhubungan seks, yang akan memberikan virus dan bakteri sebuah jalur mudah untuk masuk ke dalam tubuh Anda.
Berbeda dengan yang tidak disunat, hal lain akan didapatkan pria yang sudah disunat.

Sebagaimana dilansir hellosehat.com, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa secara medis sunat laki-laki bisa membantu mengurangi risiko tertular HIV dan beberapa infeksi lainnya menular seksual (IMS) serta masalah kesehatan lainnya pada pria saat berhubungan seks vaginal.

secara medis sunat laki-laki bisa membantu mengurangi risiko tertular HIV dan beberapa infeksi lainnya menular seksual (IMS) serta masalah kesehatan lainnya pada pria saat berhubungan seks vaginal.

Sunat mengurangi risiko infeksi HIV sebesar 50 persen menjadi 60 persen, pedoman CDC mencatat. Prosedur ini juga mengurangi 30 persen risiko herpes tertular dan virus papiloma manusia (HPV), dua patogen diyakini menyebabkan kanker penis (sunat bayi memberikan perlindungan dari kanker penis, yang hanya terjadi di kulup.) Sunat dini juga mengurangi risiko infeksi saluran kemih pada bayi, sesuai dengan pedoman CDC.

3. Perbedaan Dalam Sensitivitas Penis

Kulup berfungsi melindungi kepala penis dari kontak langsung dengan pakaian. Kulup juga meningkatkan gairah seksual dengan menggeser atas dan bawah pada batang, merangsang kelenjar dengan bergantian menutup dan mengeksposnya. Hal ini dapat terjadi selama masturbasi atau hubungan seksual.

Kulit kulup akan mengerut mundur saat mendapat ereksi, keberadaannya tidak akan membawa pengaruh besar pada gairah seks Anda dan pasangan, walaupun dengan adanya kulup ini gesekan bisa diminimalisir, dan pelumasan tambahan tidak diperlukan — berkat kehadiran smegma, sekresi cairan yang berada di balik kulit kulup.

Ketika penis sudah tanpa kulup, kulit kepala penis yang biasanya lembap karena selaput lendir, menjadi kering dan semakin menebal jauh sebagai tanggapan perlindungan diri dari kontak terus-menerus terus. Bagian paling sensitif dari penis sekarang adalah bekas luka sunat. Perubahan ini bisa mengakibatkan sensitivitas menurun selama hubungan seksual.

Berkat insensitivitas dari penebalan kulit kepala penis setelah sunat ini, Anda mungkin akan dapat menunda orgasme Anda. Melansir allo dokter.com, dalam sebuah studi asal Turki, pria dewasa yang disunat saat dewasa diminta untuk mengukur waktu lama mencapai klimaks, sebelum dan sesudah sunat. Mereka melaporkan adanya tambahan penguluran waktu hingga 20 detik setelah disunat.

Itulah tiga alasan kenapa wanita harus berhubungan intim dengan yang sudah disunat. Selain faktor kesehatan, wanita juga akan mendapatkan kenikmatan lebih karena kekuatan ereksi pria yang tahan lama. Semoga beranfaat.

Jangan Lewatkan:

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here