Bahaya Dan Cara menghindari Seks Di Luar Nikah –  Para muda seringnya tergoda dengan kata cinta. Kata cinta sering kali disalahartikan dengan hanya berusaha menyenangkan/membahagiakan satu sama lain hingga pada kebahagiaan/kenikmatan yang belum semestinya. Atau pengorbanan cinta yang disalahartikan dengan mengorbankan keperjakaan/keprawanan demi keinginan pasangannya.

Begitu banyaknya kasus yang terjadi, hubungan seks di luar nikah seakan menjadi hal yang lumrah. Seakan siapa saja boleh melakukan asalkan suka sama suka. Sungguh anggapan yang sangat keliru, jika hubungan seks di luar nikah menjadi sah dengan dalih cinta. Sehingga, para muda atau mereka yang sudah berkeluarga namun cenderung ‘mencintai’ orang-orang yang bukan pasangannya, perlu sekali memahami kekaburan yang sering terjadi pada kata “cinta”.

Membedakan Hasrat Seksual Dengan Cinta

Jangan sampai keliru, hasrat seksual dan cinta adalah dua hal yang tidak sama. Jika dianalogikan, hasrat seksual adalah nafsu yang menjelma mirip dengan perasaan cinta namun efeknya hanya sesaat atau tidak bertahan lama.

Sedangkan, Cinta adalah perasaan mengasihi dan menyayangi seseorang karena memang ada kecocokan dari hati ke hati dan efeknya bisa bertahan sangat lama atau bahkan abadi. Cinta orang tua kepada anaknya adalah salah satu contoh bukti dari cinta sejati.

Begitu pula dalam hal hubungan lawan jenis, ada suatu istilah yang dinamakan dengan pacaran sehat. Sebuah hubungan dikatakan sehat jika keduanya memiliki keseimbangan baik secara fisik maupun emosional. Lantas bagaimana jika saat berpacaran memutuskan untuk berhubungan seksual terlebih dahulu sebelum menikah?. Maka besar kemungkinan hal tersebut merupakan tanda dari cinta nafsu belaka yang tidak tersadari.

5 Akibat Terfatal Dari Seks Di Luar Nikah

Disebut sebagai ‘kenikmatan sesaat’, kenikmatan seks di luar nikah itu akan berbuntut bencana bagi para pelaku bahkan orang-orang di sekelingnya. Berikut ini beberapa dampak paling buruk berhubungan seks di luar nikah, baik itu yang baru pacaran atau sudah berumahtangga namun berselingkuh, bisa dijadikan pertimbangan:

1. Akan putus di tengah jalan

Jika sebuah hubungan asmara hanya didasari nafsu belaka,maka seringkali orang akan mudah merasa bosan setelah memperoleh apa yang diinginkannya. Mereka hanya bisa mengeluh dan mengatakan kepada pasangannya bahwa kegembiraan yang dulu kini sudah hilang.

Mereka lalu mulai mencari kesalahan masing-masing untuk dijadikan alasan memutuskan hubungan. Hal ini akan menjadi petaka jika salah satu pihak tidak rela atau merasa dirugikan.

2. Hamil di luar nikah

Memutuskan untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah atau berselingkuh juga berisiko mengalami kehamilan yang tidak diinginkan atau terkena penyakit menular seksual seperti HIV atau sipilis. Jika sudah demikian, maka dampaknya juga bisa mengarah pada kesehatan psikologi seseorang.

Jika pasangan selingkuh, akan terlihat bahwa anak yang lahir bukanlah dari pasangan resminya. Yang biasanya akan nampak tanda-tanda kemiripan wajah yang bisa ditebak. Jika demikian, lambat laut akan menghancurkan hubungan keluarga yang telah sah dibangun dengan pernikahan.

3. Penyesalan batin

Seringkali hubungan seks yang dilakukan sebelum menikah akan menjadi memori penyesalan tersendiri pada akhirnya. Jika seseorang terpaksa menikah karena harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Maka dalam berumahtangga biasanya akan sering terjadi pertengkaran atau rasa penyesalan yang mendalam.

4. Gagal Menikah/Melanjutkan Rumahtangga

Ada pasangan yang sudah berpacaran selama bertahun-tahun, namun di tengah jalan mereka memutuskan untuk melakukan hubungan seks terlebih dahulu sebelum menikah. Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, dengan segera mereka mulai merasakan kebosanan hubungan. Saat mengetahui ada orang lain yang lebih menarik, mereka kemudian berubah pikiran dan membatalkan pernikahan yang sudah lama direncanakan.

Ada juga pasutri yang dulunya rukun, mesra dan harmonis. Ketika salah satu pasangan ketahuan selingkuh, maka salahsatunya tidak lagi percaya, tidak bisa menerima kenyataan akan penghianatan perselingkuhan. Akhirnya pertengkaran, saling membenci, malu punya pasangan selingkuh, dan rumahtangga berantakan.

5. Beban sosial

Jika orang-orang sekitar tahu bahwa Anda berpacaran dengan si A dan pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah (kepergok misalnya ). Maka hal ini akan menjadi masalah keluarga dan beban sosial tersendiri. Seringkali orang yang bersangkutan tidak akan dihargai atau gampang diremehkan oleh tetangga dan masyarakat sekitarnya, seolah-olah tidak memiliki harga diri lagi.

Melakukan hubungan seks tanpa ada ikatan resmi baik secara hukum dan agama adalah perbuatan zina yang, akibatnya bisa juga dirasakan sebagaimana di atas. Apalagi mengingat dosanya sungguh sangat besar yang harus dipertanggunjawabkan di alam akhirat nanti.

Logika Sehat Menolak Seks Di Luar Nikah

Bagi para muda, memiliki pacar atau kekasih adalah suatu anugrah. Ia akan muncul menjadi pribadi yang istimewa dalam hati. Ia adalah pribadi yang dapat menceriakan suasana hati. Hidup terasa semakin indah dengan kehadirannya. Sosoknya memberikan semangat dan mengusir rasa sepi yang selama ini melanda.

Dan selingkuhan bagi yang sudah rumah tangga adalah curahan hati akan segala bentuk masalah rumahtangga yang dihadapi. Selingkuhan kerapkali dianggap solusi hati bagi pasangan yang tidak lagi menemukan kenyaman dalam keluarganya. Namun apa buktinya, alih-alih solusi, selingkuh adalah masalah itu sendiri.

Berikut adalah logika yang dapat menepis keinginan atau kesempatan untuk melakukan seks di luar nikah. Baik itu untuk pacaran atau apalagi selingkuhan Anda yang sudah mempunyai pasangan yang sah.

1. Seks di luar nikah bukanlah bukti cinta, justru menodai cinta

Keinginan salah satu pasangan untuk melakukan hubungan intim adalah sebuah kewajaran. Pasalnya kedekatan lawan jenis yang sudah dewasa akan menimbulkan hasrat untuk saling menyentuh, mencium dan sterusnya.

Disnilah para pejuang cinta menghadapi cobaan bagaimana dia harus menjaga kesucian cintanya. Jangan biarkan rasa “bersalah” itu muncul saat Anda menolak permintaan pacar untuk hubungan seks. Dengan menolaknya, bukan berarti Anda tidak mencintainya. Justru dengan mempertahankan keperawanan/keperjakaanmu, kamu telah menjaga cintamu.

Karena cinta sejati itu akan menjaga diri dan pasangan dengan hati-hati, termasuk menjaga kesucian. Tujuannya? Supaya dapat memberikan diri sebagai hadiah yang utuh pada suami/istri berdasarkan komitmen pernikahan kelak.

2. Yang biasa tak selamanya benar

Dengan maraknya hubungan seks di luar nikah, sebagian masyarakat telah mengangap bahwa seks di luar nikah adalah lumrah dan biasa. Mereka telah melupakan bahwa kebiasan buruk itu harus diberhentikan atau paling tidak, tidak diikuti.

Apakah, jika suatu ketika semua orang di lingkunganmu ramai-ramai masuk api karena melihatnya itu cahaya yang menerangi hidupnya, kamu juga ikut ? dengan alasan bahwa itu adalah wajar dan orang lain juga seperti itu tanpa memperhitungkan lagi akibat dan kenapa mereka bisa seperti itu ?

Lagian, Apakah kamu akan tetap merasa biasa jika setelah ML kamu mengalami penyakit menular seksual ? Apakah hidupmu akan tetap biasa jika punya anak sebelum menikah? Akankah semuanya tetap biasa jika hatimu terluka? Dan, yang paling penting, apakah Tuhan dan orangtuamu juga akan maklum dan menganggap itu semua sebagai ‘sudah biasa ?

Kalau benar sudah biasa, mengapa banyak yang remaja yang jadi stres karena putus dengan pacar setelah ML dengannya? Konsekuensi seks pranikah tak akan pernah membuat kita menjadi seperti biasa lagi.

3. Benarkah Semua Orang melakukannya ?

Janganlah menjadi seperti anak kecil yang sedang inginkan eskrim ketika temanya sedang pegang eskrim. Lihatlah sekelilingmu, lihatlah ke dunia yang lebih luas lagi, benarkah semua orang yang berpacaran melakukan hubungan intim sebelum menikah?

Akan banyak orang marah kalau semua dianggap melakukan seks pranikah selama pacaran. Yakinlah, meskipun berpacaran tidak semua orang melakukannya. Hanya mereka yang tidak bruntung yang melakukan hubungan seks sebelum nikah, atau berselingkuh demi mengejar kepuasan seks belaka.

4. Serahasia apapun dilakukannya, Masih Ada Yang Tahu

Jangan menjadi orang yang gak percaya bahwa Tuhan itu ada dan Dia Maha Tahu apa saja yang ada dan apa saja yang dilakukan manusia. Sebagai orang beragama, tentunya kamu tahu kalau selalu ada Tuhan, malaikat, dan setan yang melihat apapun yang kita perbuat.

Lalu setelah kita melakukannya, bagaimana? Di mata Tuhan jelas kita berdosa, di mata setan kita bakalan jadi bahan tertawaan dan akan segera dibombadir dengan banyak masalah lain.

5. Pasangan seks sebelum nikah belum tentu jodoh

“Aku pasti menikahimu! Jangan takut melakukannya sekarang.” mungkin saja itu janji pacar atau selingkuhanmu yang sedang dikuasai nafsu. Hebat sekali dia dengan janji manis itu. Yakin sekali dia kalau masih akan ada hari esok baginya.

Mungkin Ia belum pernah dengar, banyak kisah nyata calon pengantin yang calon suami atau istrinya meninggal menjelang pernikahan. Atau, apa dianggapnya kamu ga pernah tahu kalau banyak laki-laki yang mutusin pacarnya justru setelah ML dengannya?

Kamu tidak tahu apakah kamu masih bakal hidup atau tidak sampai hari pernikahan nanti. Kamu juga ga tahu apakah kamu masih bisa setia pada pasanganmu (atau sebaliknya) atau tidak sampai ke pernikahan. Kalau memang serius mau menikah kelak, tunggulah sampai hari itu tiba, baru lakukan seks yang sehat.

6. Keinginannya memperjelas bahwa cintanya diliputi nafsu

Bisa jadi suatu ketika si dia akan merayumu, “Kamu benar-benar mempesona. Aku sangat menginginkanmu.” Ini adalah bagian dari rayuan maut yang sangat menggila. Gunakanlah akal sehat yang telah dianugerahkan Tuhan sebelum mengambil keputusan apapun. Jangan biarkan emosi sesaat mengendalikanmu.

Jika mau menafsirkan, rayuan itu adalah sebuah penghinaan. Bukankah keperawanan/kperjakaan adalah sesuatu yang paling berharga ? Dan dia meminta kepada kamu dengan alasan hanya karena dia ingin? Apa hak dia? Siapa dia? Ingat, hanya suami/istri, yang dengannya kamu mengikat komitmen pernikahan, yang berhak mendapatkan itu.

7. Melayani seks sebelum nikah berarti ia akan melakukan dengan orang lain

Setelah melakukan seks pranikah akan muncul rasa khawatir dan curiga diantara pasangan, bahwa dia juga akan melakukannya dengan orang lain. Tapi, memang tidak ada jaminan bahwa dia tidak akan melakukannya dengan orang lain, bukan?

Tidak ada ikatan perjanjian pernikahan sah yang pernah kalian buat sebelum melakukannya, kan? Dan realita menunjukkan, pasangan yang menikah namun telah melakukan hubungan intim sebelum pernikahan seringkali tidak harmonis karena respek di antara mereka telah hilang.

itulah tujuh logika yang bisa kamu pakai untuk menepis keinginan seks di luar nikah. Sangat rugi bagi kamu yang belum mempunyai ikatan sah namun sudah menikmati seks yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah punya ikatan sah menikah. Apalagi Anda yang sudah puny pasangan resmi. Bahagiakan dia dengan sepenuh cinta. Jangan mudah pindah ke lain hati. Karena membahagiakan suami/istri adalah ibadah.

Jika Anda punya masalah ranjang, seperti kurang jantan, kurang perkasa, payudara istri kendur, kurang bisa tahan lama, cepat loyo, ejakulasi dini, Anda bisa KLIK DI SINI.

Baca Juga:

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here