Mencegah Diabetes – Mencegah lebih baik dari pada mengobati, sampai kapanpun slogan ini selalu cocok diterapkan dalam menjaga kesehatan. Biar bagaimanapun kesehatan itu mahal harganya jika melihat manfaat tubuh yang sehat dan akibat buruk dari penyakit yang diderita manusia. Maka menjaga kesehatan tubuh dari berbagai gangguan penyakit sangatlah penting sebelum datang penyakit itu.

Diabetes merupakan satu penyakit yang berbahaya bagi manusia. Keberadaannya telah mengancam banyak jiwa dan meresahkan penderitanya. Lalu, apa sebenarnya diabetes itu? Diabetes dapat difahami sebagai penyakit yang disebabkan kadar gula yang tinggi. Tingginya kadar gula dalam tubuh penderita diabetes disebabkan adanya gangguan pada sistem metabolisme di dalam tubuh. Diabetes terjadi akibat pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif  menggunakan insulin.

Seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar zat gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Tetapi organ pankreas milik penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 1

Penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti.

Penderita jenis diabetes ini umumnya berusia di bawah 40 tahun, biasanya muncul pada masa remaja atau anak-anak. Karena itu, diabetes tipe 1 juga disebut sebagai diabetes anak-anak.
Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Di antara 10 orang penderita diabetes, diperkirakan hanya sekitar 1 orang yang mengidap tipe 1.

Selain harus menerima suntikan insulin setiap hari, penderita diabetes tipe 1 juga disarankan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap seimbang. Misalnya dengan menerapkan pola makan sehat dan menjalani tes darah secara rutin.

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum terjadi. Sekitar 90 persen penderita diabetes di dunia mengidap diabetes tipe ini.

Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin.

Gejala pada penderita diabetes tipe ini biasanya dapat dikendalikan dengan pola makan sehat dan memantau kadar glukosa dalam darah. Tetapi, tetaplah waspada karena penyakit ini akan terus berkembang dalam tubuh dan lambat laun Anda akan membutuhkan langkah pengobatan.

Diabetes tipe 2 sering dihubungkan dengan obesitas. Memang tidak semua orang yang mengidap obesitas akan otomatis menderita diabetes tipe 2. Tetapi, makin tinggi indeks massa tubuh seseorang, maka risiko diabetes tipe ini juga meningkat. Diabetes akibat obesitas umumnya menyerang para manula.

Gejala Diabetes

Diabetes tidak datang secara tiba-tiba. Jika dicermati lebih lanjut, terdapat beberapa gejala diabetes yang biasa dialami oleh penderitanya. Beberapa gejala diabetes secara umum tersebut antara lain adalah:

1. Frekuensi buang air kecil yang terlalu sering.

Tingginya kadar glukosa atau gula dalam darah membuat tubuh menarik air dari sel ke darah. ‘Kelebihan’ cairan ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk urin, sehingga frekuensi buang air kecil pun meningkat.

2. Lebih cepat haus.

Tubuh membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak karena frekuensi buang air kecil yang terlampau sering. Rasa haus ini adalah reaksi tubuh agar tetap terhidrasi dari asupan cairan.

3. Rasa lapar yang berlebihan.

Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi dengan baik; sehingga secara alami tubuh akan memberi respon pada Anda untuk terus makan guna memperoleh lebih banyak energi.

4. Penurunan berat badan secara drastis.

Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa memakai glukosa secara efektif. Akibatnya lemak akan dipecah untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi sehingga pasien mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba.

5. Kelelahan kronis.

Ketika tubuh gagal mengolah glukosa menjadi energi, maka pasien akan terasa lesu dan menjadi mudah lelah.

6. Penglihatan mulai kabur.

Kadar glukosa yang terlalu tinggi juga dapat berpengaruh terhadap kemampuan penglihatan pasien diabetes.

Meskipun gejala diabetes tipe 1 dan 2 nyaris sama, tetapi gejala diabetes tipe 1 sering datang secara tiba-tiba. Gejala bisa terjadi dalam hitungan hari atau minggu, sehingga bisa membuat kondisi penderitanya bertambah parah.

Sementara ciri-ciri diabetes tipe 2 umumnya akan berkembang secara bertahap. Gejala pada diabetes tipe 2 juga bisa ditandai dengan proses penyembuhan luka yang terbilang lambat atau rasa nyeri maupun mati rasa di kaki.

Tips Menolak Diabetes

Bukan hanya orang dewasa atau lansia saja, anak muda juga bisa terkena diabetes, terutama penggemar makanan dan minuman manis tinggi gula atau memiliki berat badan yang berlebih (obesitas). Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa tips untuk menghindari gejala diabetes pada usia muda, di antaranya adalah:

1. Konsumsi makanan yang sehat. Kurangi asupan gula, makanan berlemak, makanan cepat saji, atau makanan yang digoreng setiap harinya.

2. Bergerak lebih aktif. Gerakkan tubuh Anda dengan menyalurkan hobi di masa muda, seperti melakukan olahraga, berkebun, atau bermusik. Perbanyak aktivitas gerak di luar ruangan dibanding bermain gadget di dalam ruangan.

3. Manajemen berat badan. Jaga berat badan ideal dengan melakukan diet dan olahraga secara teratur untuk menghindari obesitas.

4. Berhenti Merokok. Diabetes melitus telah ditambahkan dalam daftar panjang masalah kesehatan terkait dengan merokok. Pada perokok, sekitar 50 persen lebih mungkin mengembangkan diabetes daripada bukan perokok, dan perokok berat memiliki risiko yang lebih tinggi.

5. Hindari Alkohol. Jika saat ini Anda tidak minum alkohol, maka tidak perlu juga untuk memulainya, karena lebih baik jaga berat badan, berolahraga lebih banyak, dan mengubah pola makan yang lebih sehat.

Perlu diketahui bahwa diabetes termasuk penyakit kronis dan banyak penyakit lain yang mengikutinya. Mulai dari darah tinggi, jantung, stroke, kanker, hingga disfungsi ereksi. Maka dari itu, mencegah dengan menghindari penyebab diabetes perlu dilakukan sejak dini agar tidak sampai menyesal di kemudian hari.

Jika saat ini disfungsi akibat diabetes telah menyerang Anda, sekarang telah hadir kapsul herbal ajaib yang bisa mengembalikan vitalitas Anda sebagai lelaki dan secara bertahap menyembuhkan diabetes.

Herbal kapsul X-Cure adalah obat kuat yang diramu khusus bagi pria yang terkendala kehidupan seksualnya akibat diabetes.Dalam rangka untuk meningkatkan kontrol otot polos atas aliran darah, sangat penting bagi penderita untuk mengkonsumsi X-Cure. Pasak bumi atau tongkat ali adalah salah satu komposisi obat kuat ini. Tongkat ali secara farmalogis mempunyai efek menghilangkan lelah dan merilekskan organ genital.

X-Cure memungkinkan Anda menikmati kehidupan seksual dan menjadi pria sesungguhnya. Anda bisa mendapatkannya dengan memulai perubahaan sejak saat ini juga. Dengan X-Cure, kini Anda bisa mendapatkan semuanya, termasuk kesuksesan didalam kehidupan seksual yang Anda jalani. Berikut adalah khasiat  X-Cure :

Khasiat X-Cure

  • Membantu merilekskan otot.
  • Membantu menghilangkan rasa pusing, cepat ngantuk, rasa lelah dan meningkatkan stamina.
  • Membantu melancarkan sirkulasi darah ke sistem reproduksi
  • Ereksi bisa lebih kencang dan libido akan meningkat
  • Membantu meningkatkan kontrol otot polos pada alat vital, sehingga mampu mencapai ereksi dengan sempurna.
  • Bekerja secara sistemasis dan konstruktif menyembuhkan diabetes secara bertahap.

Artikel tentang diabetes lainnya :

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here