Pengertian Emosi, Bentuk Emosi, Dan Cara Pengendalian Emosi

0
766

Pengertian Emosi – Dalam kehidupan sehari – hari banyak aktifitas yang harus kita lakukan. Mulai dari aktifitas yang sepele sampai yang rumit. Tidak jarang aktifitas yang kita lakukan itu sering menimbulkan masalah yang harus kita hadapi, misalnya aktifitas dalam dunia kerja.

Bagi Anda yang bekerja di luar rumah baik sebagai atasan ataupun karyawan, tentunya sering sekali menemui yang namanya masalah baik itu dalam urusan pekerjaan ataupun dengan rekan kerja. Saat masalah itu menghampiri pastinya Anda harus rela memutar pikiran dan harus bisa mengendalikan emosi.

Emosi bisa muncul pada siapa saja di saat ada sesuatu yang tidak disukai ataupun ada sesuatu hal buruk yang membuat seseorang itu jadi emosi. Sering kita dengar dan lihat berita di berbagai media bahwa banyak peristiwa penganiyaan yang terjadi karena seseorang tidak bisa menahan ataupun mengendalikan emosi.

Pengertian Emosi

Banyak kejadian yang mengerikan terjadi hanya karena seseorang tidak bisa mengendalikan emosi. Dan ironisnya kejadian mengerikan itu terjadi hanya karena masalah sepele. Biarpun hanya masalah sepele jika seseorang itu tidak bisa mengendalikan emosi maka akan sangat mengerikan, emosinya bisa meluap-lupa.

“Sebenarnya apa sih emosi itu, kok bisa membuat seseorang bisa berubah drastis?”. Pada dasarnya emosi adalah dorongan untuk bertindak. Emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere yang artinya bergerak menjauh. Menurut pakar – pakar psikologi emosi mempunyai banyak arti, yang mana penjabarannya adalah sebagai berikut :

Menurut Daniel Goleman

Emosi adalah setiap kegiatan atau pergolakan perasaan, pikiran, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. Selain itu Daniel Goleman juga mengatakan emosi mengarah pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologi dari serangkaian kecenderungan untuk bertindak.

Menurut Chaplin

Pengertian emosi adalah suatu keadaan yang terangsang dari organisme yang mencakup perubahan – perubahan yang didasari, yang sifatnya mendalam dari perubahan perilaku tersebut. Selain itu Chaplin juga membedakan antara emosi dengan perasaan. Chaplin juga mengatakan bahwa perasaan adalah pengalaman yang disadari, yang diaktifkan baik itu oleh perangsang eksternal maupun oleh bermacam-macam keadaan jasmaniah.

Menurut Soergada Poerbakawatja

Emosi merupakan respon terhadap suatu perangsang yang menyebabkan perubahan fisiologi disertai perasaan kuat dan biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus. Respon tersebut terjadi baik terhadap rangsangan eksternal maupun internal.

Jadi dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian emosi adalah setiap kegiatan atau pergolakan perasaan, pikiran, nafsu yang menyebabkan perubahan perilaku, baik itu rangsangan dari dalam diri sendriri ataupun dari luar.

Bentuk – Bentuk Emosi

Bentuk Emosi Menurut Decrates

Menurut Decrates emosi terbentuk dalam :

  1. Desire (hasrat)
  2. Hate (benci)
  3. Sorrow (sedih/duka)
  4. Wonder (heran)
  5. Love (cinta)
  6. Joy (kegembiraan)

Bentuk Emosi Menurut JB Watson

  • Fear (ketakutan)
  • Rage (kemarahan)
  • Love (cinta)

Bentuk Emosi Menurut Daniel Goleman

  • Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
  • Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
  • Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
  • Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
  • Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
  • Terkejut : terkesiap, terkejut
  • Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
  • Malu : malu hati, kesal

Bahaya Emosi Yang Tidak Terkendali Dan Bahaya Memendam Emosi

Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Ada sebagian orang yang tidak bisa mengendalikan emosinya. Jangan sampai Anda termasuk dalam orang yang tidak bisa mengendalikan emosi karena itu sangat membahayakan diri Anda. Selain bisa menyebabkan stres, meluapkan emosi tanpa terkendali bisa menyebabkan darah tinggi, serangan jantung, stroke dan gangguan pernafasan.

Dan Tidak semua orang bisa meluapkan emosinya. Ada sebagian orang yang terbiasa memendam emosi , dan tidak pernah bisa mengeluarkannya. Jangan sampai itu terjadi pada diri Anda, karena memendam emosi menyimpan bahaya yang mengancam kesehatan Anda.

Ketika emosi tidak terlampiaskan, maka energi negatif karena emosi tidak dapat pergi dari tubuh dan akan tertahan dalam tubuh sehingga lama – kelamaan akan mengganggu fungsi organ tubuh, termasuk otak. Bahaya memendam emosi bagi kesehatan adalah :

Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Yang Menyebabkan Kematian

Energi negatif yang disebabkan oleh emosi adalah energi yang tidak baik untuk kesehatan. Yang mana bila emosi ini semakin tertahan dan tertahan bisa menyebabkan tumor, pengerasan arteri, kaku sendi dan melemahnya tulang. Sehingga hal tersebut bisa berkembang menjadi kanker, sistem kekebalan melemah, dan tubuh menjadi rentan terkena penyakit.

Pada penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering memendam emosi memiliki resiko maninggal lebih cepat dibandingkan dengan orang yang terbiasa mengekspresikan perasaannya.

Resiko kesehatan menurun akan dirasakan seseorang saat tidak bisa mengekspresikan emosinya. Dalam hal apapun para peneliti memperingatkan bahwa emosi yang tertahan dalam tubuh dan pikiran dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik dan mental yang serius bahkan bisa menyebabkan kematian lebih cepat.  Para ahli menyarankan agar kita dapat mengeluarkan emosi yang kita rasakan, terutama emosi yang menyedihkan.

Tidak ada salahnya kita melampiaskan emosi kita, seperti halnya kita melampiaskan emosi dengan cara marah. Marah dapat membantu mengurangi dampak negatif dari stres. Tapi perlu diingat juga kita tidak boleh marah secara berlebihan.

Rentan Terkena Peradangan

Ada beberapa studi yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa ketidakmampuan seseorang melampiaskan emosi akan rentan terkena peradangan. Peneliti Firlandia melaporkan bahwa orang-orang dengan diagnosis ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi, juga dikenal sebagai Alexythymia, memiliki kadar zat kimia inflamasi, seperti protein C-reaktif sensitivitas tinggi (hs-CRP) dan interleukin (IL-6), yang lebih tinggi dalam tubuh. CRP merupakan penanda inflamasi untuk jantung koroner.

Studi lainnya yang dilakukan oleh Middendorp, et al. (2009) pada penderita rheumatoid arthritis menemukan bahwa orang-orang yang didorong untuk bertukar perasaan dan mengekspresikan emosi akan memiliki kadar penanda inflamasi dalam darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang memendam perasaan mereka untuk diri mereka sendiri.

Pada tahun 2010 sebuah studi yang dilakukan pada 124 siswa menemukan bahwa situasi sosial di mana orang merasa dihakimi atau ditolak meningkatkan kadar dua bahan kimia pro-inflamasi, yaitu interleukin-6 (IL-6) dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-alpha) yang sering ditemukan pada penyakit autoimun.

Hasil sebaliknya ditemukan pada penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang yang bahagia memiliki kadar zat kimia inflamasi yang lebih rendah. Sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam Journal of Association for Psychological Science, menemukan bahwa pendekatan kehidupan dengan sikap positif adalah penawar yang kuat terhadap stres, nyeri, dan penyakit.

Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa memendam emosi dapat memicu penyakit dalam tubuh. Zat penanda inflamasi ditemukan lebih tinggi pada orang-orang yang tidak bisa mengekspresikan emosi mereka.

Inflamasi sendiri dapat terjadi di beragam penyakit, seperti penyakit jantung, artritis, asma, dementia, osteoporosis, irritable bowel syndrome (IBS), dan beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, orang yang tidak bisa menyalurkan pikiran dan perasaannya dapat terserang berbagai macam penyakit.

Bagaimana Cara Mengendalikan Emosi?

Emosi bukanlah suatu hal yang baik untuk ditahan, tapi emosi juga tidak baik jika dikeluarkan secara berlebihan.

Bagi Anda yang tidak bisa mengendalikan emosi, bisa mencoba cara ini :

Berusahalah Untuk Bisa Menenangkan Diri Anda

Menghadapi masalah dengan emosi yang penuh amarah bukanlah suatu solusi. Berusahalah untuk bisa menenangkan diri saat amarah Anda tersulut oleh sesuatu hal. pikiran yang tenang, dapat membantu Anda untuk bisa berfikir logis dan dengan mudah mencari solusi.

Berikut adalah cara untuk menenangkan diri :

  • Tarik nafas dalam-dalam

Saat menarik nafas, fokuskan pikiran Anda pada nafas yang masuk ke hidung dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan. Lakukan secara berulang sampai emosi Anda mereda.

  • Berhitunglah di dalam hati secara perlahan

Berhitunglah mulai dari satu sampai sepuluh secara perlahan, cara ini mampu meredakan emosi Anda. lakukan secara terus menerus hingga emosi Anda menghilang sedikit demi sedikit.

  • Alihkan perhatian Anda

Jangan terfokus pada masalah yang membuat Anda emosi. Abaikan dan alihkan pandangan Anda pada sesuatu yang ada di sekitar Anda. Jika Anda sedang emosi dengan rekan kerja Anda yang ada dalam satu ruangan maka pergilah ke toilet untuk sejenak.

Ingatlah Dampak Negatif Yang Akan Anda Terima Jika Emosi Berlebihan

Jangan sampai terjadi pada diri Anda, saat marah emosi Anda menjadi meluap-luap karena itu bisa merugikan diri Anda sendiri. Pikirkan dampak negatif yang akan Anda terima jika Anda tidak bisa mengendalikan diri Anda sendiri.

Sebagai contohnya saat Anda bertengkar dengan pasangan, saudara ataupun teman. Saat emosi Anda tidak terkendali Anda bisa saja memukul ataupun melakukan tindakan aniyaya lainya yang bisa melukai pasangan, saudara ataupun teman yang bermasalah dengan Anda. Dampaknya jika mereka tidak terima dengan perlakuan bisa-bisa mereka membenci Anda selamanya ataupun melaporkan Anda kepihak yang berwenang seperti polisi.

Jadilah Pribadi Yang Mudah Memaafkan Dan Melupakan

Tidak mudah memang untuk melupakan kejadian yang pernah terjadi. Tapi perlu Anda ingat, mengingat masa lalu yang buruk bisa membuat Anda marah-marah dengan tidak jelas. Mulai sekarang, lupakan dan maafkanlah mereka yang telah mengukir masa lalu dengan hal yang buruk.

Tanamkan Sifat Empati Pada Diri Anda

Sifat empati adalah keadaan mental yang membuat Anda merasakan keadaan atau pikiran orang lain. Dengan mempunyai rasa empati yang kuat maka Anda tidak akan pernah mudah marah.

Dengarkanlah Terapi Musik Relaksasi

Bagi sebagian orang mengendalikan emosi merupakan hal yang sangat sulit dilakukan. Baik emosi itu disebabkan karena ketidakseimbangan hormon ataupun karena sudah terbiasa marah-marah. Emosi yang berlebihan akan sangat merugikan diri Anda sendiri. Bukanya selesai, penyelesaian masalah dengan emosi hanya akan menambah masalah Anda menjadi rumit.

Saat emosi Anda meluap-luap cobalah untuk menenangkan diri. Anda bisa menenangkan diri dengan melakukan cara yang sudah saya jelaskan di atas sambil mendengarkan terapi musik relaksasi Brainwave Emotical Control Therapy. Musik terapi Brainwave Emotical Control Therapy ini mampu mengendalikan pikiran bawah sadar Anda untuk mengontrol emosi Anda.

Brainwave Emotical Control Therapy Brainwave Emotical Control Therapy bekerja dengan cara memasukkan visualisasi ke pikiran bawah sadar Anda dibantu dengan musik relaksasi Gelombang Otak.

Musik relaksasi Gelombang Otak yang dikombinasikan dengan visualisasi tidak hanya mampu menenangkan diri Anda tapi juga mampu dalam mengontrol emosi Anda.

Demikianlah sedikit ulasan dari saya tentang Pengertian Emosi, Bentuk Emosi, Dan Cara Pengendalian Emosi. Semoga bermanfaat dan bisa membantu Anda dalam mengatasi masalah emosional yang sedang Anda alami.

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here