Drunk man in a pub

Cara Menghilangkan Kecanduan Alkohol – Di zaman yang serba moderen ini siapa sih yang tidak tahu dengan Alkohol, alkohol yang kini sudah tidak asing lagi bagi kalangan siapapun dan dimanapun. Banyak dari mereka yang ketika sedang merasa tertekan banyak masalah entah itu masalah dengan pekerjaan, keluarga, masyarakat sehingga membuat mereka merasa benar-benar tertekan kemudian dengan mengkonsumsi alkohol akan menimbulkan efek tenang tanpa beban apapun.

Ya, alkohol adalah salah satu zat yang tadinya dikhususkan untuk pengobatan di rumah sakit atau didunia medis. namun apa yang selama ini kita sangka berbahaya ternyata alkohol banyak digunakan untuk mendatangkan kesenangan sesaat.

Sedangkan pada dasarnya kesenangan itu hanyalah khayalan semata, pada akhirnya akibat semua itu adalah orang yang sering mengkonsumsi alkohol akan kecanduan oleh alkohol juga dapat menimbulkan sakit yang berkepanjangan atau bahkan sampai kematian.

Kecanduan alkohol adalah kondisi ketika seseorang tidak bisa lepas dari penggunaan zat tersebut dengan tidak mengenal situasi. Pecandu akan menghabiskan banyak waktunya dengan minum alkohol dan secara otomatis kebiasaannya ini menjadikan kadar alkohol yang dikonsumsi menjadi tidak terkontrol.

Lalu apa yang menyebabkan seseorang itu menjadi kecanduan alkohol? Kecanduan alkohol bisa dialami oleh orang pada usia berapa saja. Namun sebagian besar kasus terjadi pada kelompok usia 20-an dan 30-an tahun. Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kecanduan alkohol.

Lingkungan sosial juga dapat menjadi faktor resiko. Apabila orang-orang di dalam lingkungan pertemanan atau di sekitar tempat tinggal kita gemar minuman keras, maka bukan hal yang mustahil bahwa keadaan tersebut dapat memberikan efek “menular” dan pada akhirnya kita ikut menjadi kecanduan alkohol.

Bisa juga karena gangguan psikologis, seperti akibat stres, depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, atau skizofrenia. Sebagian kecil orang menjadi kecanduan karena mereka menyukai rasa dari minuman tersebut.

Tapi pada umumnya, orang-orang menjadi ketagihan mengkonsumsi minuman beralkohol karena menjadikannya sebagai jalan keluar dalam melupakan stres atau depresi dari permasalahan di dalam kehidupan pribadi.

Faktor pemicu lainnya yang mungkin bisa memicu seseorang menjadi kecanduan minuman beralkohol adalah genetik keluarga. Dipercaya bahwa mereka yang memiliki orang tua atau kerabat dekat yang gemar minuman keras akan berisiko lebih tinggi untuk memiliki kebiasaan serupa.

Alkohol memang dapat menstimulasi otak dan memiliki efek menenangkan. Biasanya saat seseorang sudah terbiasa dengan minuman keras, efek yang dihasilkan tidak lagi sama seperti ketika pertama kali mencobanya.

Karena itu, bagi orang yang sudah kecanduan, porsi takaran alkohol mereka akan terus meningkat agar bisa tetap merasakan efek menenangkan yang diinginkan.

Ada banyak masalah kesehatan yang akan mengintai pecandu alkohol, di antaranya :
  • Penyakit hati
  • Kerusakan tulang
  • Stroke
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Penyakit saraf
  • Difungsi sosial
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan menstruasi dan gangguan kandungan
  • Beberapa penyakit kanker seperti, kanker usus, kanker liver, kanker mulut

Alkohol yang masuk ke tubuh akan dicerna dan diserap oleh darah untuk diedarkan ke seluruh organ, termasuk otak, dan menekan sistem saraf pusat yang ada di dalamnya. Dalam jumlah kecil, alkohol bisa menghasilkan efek tenang, namun berbeda dalam jumlah besar.

Pada jumlah yang berlebihan, zat ini bisa berefek memabukkan yang ditandai dengan perubahan mental dan perilaku, serta hilangnya keseimbangan. Bahkan apabila kadar alkohol di dalam darah terlampau tinggi, maka bisa menyebabkan koma atau kematian.

Lalu bagaimana cara mengatasi agar tidak menjadi pencandu alkohol?
Berikut adalah tips-tips dan cara mengatasi kecandun alkohol:

Mengatasi kecanduan alkohol harus diikuti dengan proses detoksifikasi,
yaitu proses menghilangkan racun yang menumpuk di dalam tubuh. Agar
efektif, proses tersebut harus ditunjang oleh perubahan gaya hidup. Detoksifikasi hanya melengkapi, sebab upaya racun-racun dan pengotor di dalam tubuh.

Proses tersebut akan lebih efektif jika disertai dengan perubahan gaya hidup, seperti:
  • Minum air putih lebih banyak

Untuk membersihkan racun alkohol, seseorang harus menambah konsumsi carian sebanyak 2-3 liter/hari karen sel-sel dalam tubuh butuh cairan agar bisa berfungsi dengan baik.

Saat melakukan detoksifikasi, cairan yang cukup akan sangat membantu sistem kekebalan tubuh. Cairan juga akan melancarkan pembuangan racun-racun termasuk sisa alkohol dari dalam tubuh.

  • Mengkonsumsi sayuran dan buah segar

Jus buah bit (beetroots) diyakini berkhasian membersihkan hati, sementara jus wortel mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Untuk mendukung proses detoksifikasi, kombinasikan jus buah bit, wortel dan apel. Jus cranberry juga bisa ditambahkan, karena mampu memurnikan tubuh dari racun-racun pengotor.

  • Mengkonsumsi suplemen dan herba

Beberapa jenis herba atau tumbuhan dan suplemen yang mengandung vitamin B dapat membantu mengurangi ketegangan fisik maupun psikis yang muncul selama proses detoksifikasi alkohol. Konsultasikan dengan dokter atau konsultan herbal, suplemen apa yang cocok dengan kondisi individual masing-masing.

  • Melakukan olahraga

Proses detoksifikasi bisa memicu depresi, yang bisa diredakan dengan melakukan yoga atau olahraga lainnya secara teratur. Karena banyak potasium yang dikeluarkan bersama keringat, imbangi dengan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Pisang, melon, tomat, jeruk sitrus dan sayuran hijau banyak mengandung potasium.

Perlu diingat, depresi yang timbul selama proses detoksifikasi dapat menyebabkan perasaan gelisah dan mudah marah. Pada kondisi yang parah, efek samping detoksifikasi bisa memicu tremor (gemetar) atau halusinasi. Kondisi tersebut membutuhkan obat penenang yang harus dibeli dengan resep dokter.

Selain dari tips diatas yang telah dipaparkan, juga bisa melalui proses konseling, baik di rumah sakit atau di tempat rehabilitasi, di bawah bimbingan ahli-ahli terkait kondisi tersebut.

Berhasil atau tidaknya pengobatan kecanduan alkohol tergantung kepada kemauan kuat dari dalam diri si Pecandu untuk terbebas dari jeratan zat tersebut. Namun, jika tips-tips diatas dirasa masih sulit untuk dilakukan maka Anda juga bisa menggunakan Terapi Binaural Beats Alcohol Free untuk menghilangkan kecanduan Anda.

Karena Terapi Binaural Beats Alcohol Free merupakan suatu bentuk penerapan teknik oleh para ahli yang dapat membantu alam bawah sadar Anda untuk menemukan dan melepaskan akar penyebab masalah yang Anda hadapi. Saat Anda melakukan terapi ini, Anda akan dibawa masuk menuju kondisi trance dan melakukan visualisasi yang digunakan untuk bersantai yang akan memandu Anda untuk mengenali hal positif dan kemampuan Anda dalam diri Anda.

 

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here