Masa hamil dan melahirkan adalah masa-masa yang cukup berat bagi seorang istri. Hingga rasa trauma tak bisa dielakkan akibat area sensitif yang dilalui si jabang bayi dalam melahirka. Hal ini sudah sangat tentu mempengaruhi hubungan seksual antara si Ibu dan pasangan.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk wanita yang melahirkan secara normal, tapi juga yang melalui operasi caesar. Anda baru saja melakukan operasi besar, tubuh perlu waktu untuk pulih.

1. Memperhatikan waktu untuk kembali berhubungan intim

Untuk mengetahui waktu yang tepat ini, ada beberapa hal yang juga patut jadi pertimbangan. Di antaranya kondisi tubuh pasca-persalinan normal, caesar, episiotomi atau prosedur lainnya, serta hormon.

Melahirkan normal

Hubungan intim dengan istri yang melahirkan normal dianjurkan hingga setidaknya enam minggu pasca-melahirkan.

Melahirkan caesar, episiotomi, prosedur lain

Hubungan intim butuh tambahan waktu untuk menunggu proses penyembuhan luka tergantung pada seberapa luas dan posisi dari luka bedah. Oleh karenanya, waktu untuk kembali berhubungan bisa jadi lebih lama, karena wanita yang menjalani prosedur tersebut masih berasa tidak nyaman ketika berhubungan.

Hormon tak stabil

Selain dua prosedur itu, hormon juga patut diperhitungkan. Setelah melahirkan, kondisi hormon pada perempuan belum kembali normal sampai saat ia menstruasi. Sementara, menstruasi mungkin tidak datang selama empat hingga 12 minggu pasca-persalinan. Tak hanya itu, pada ibu yang menyusui secara eksklusif, menstruasi mungkin datang lebih lama.

2. Menyikapi Dengan bijak perubahan yang terjadi

Ketika Anda benar-benar sudah siap, baik secara fisik maupun mental, berikut beberapa perubahan yang harus siap Anda temukan saat kembali berhubungan seks setelah melahirkan,

1. Mungkin akan sedikit sakit

Setelah berjuang keras untuk melahirkan sang buah hati, seks mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman. Tapi itu wajar, selama tidak berlebihan. Jika terlalu menyakitkan, ada baiknya segera mengkonsultasikan kepada dokter.

2. Bisa keluar cairan yang tak biasa

Walau Anda sudah tidak lagi mengeluarkan darah nifas, lapisan endometrial yang meluruh bisa mengubah warna cairan vagian jadi sedikit kecokelatan. Keluarnya sedikit bercak darah juga jadi hal yang lumrah. Yang tidak normal adalah, jika pendarahan terjadi terus-menerus dan warnanya merah terang.

Perhatikan juga jika cairan mengeluarkan bau menyengat atau bertekstur mirip keju. Kedua hal itu bisa jadi tanda infeksi jamur atau bakteri.

3. Rasanya jadi berbeda, untuk sementara

Setelah vagina dipaksa melebar saat Anda melahirkan bayi, bisa jadi seks tidak jadi senikmat sebelumnya.

Seberapa cepat vagina pulih bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi lantai pelvis sebelum melahirkan. Tapi tenang saja, sensasi yang dulu Anda rasakan sebelum melahirkan, akan kembali dalam waktu tiga sampai enam bulan.

4. Tidak seperti diri sendiri

Kalau biasanya Anda sangat bergairah di ranjang, jangan kaget ketika setelah melahirkan karakter Anda berubah. Memiliki anak adalah transisi yang besar, baik secara fisik maupun mental.

Anda bisa saja jadi merasa tak sedekat dulu dengan pasangan, sehingga akibatnya, Anda sulit terbakar gairah. Belum lagi faktor kurang tidur yang membuat Anda kelelahan. Sampaikan sejujur mungkin tentang apa yang Anda rasakan dan lalui.

Ingat, Anda juga bisa mengalami depresi pascamelahirkan. Hal ini butuh didiskusikan dengan dokter, agar Anda bisa mendapatkan semua bantuan yang dibutuhkan.

5. Semuanya akan kembali normal

Memang, memiliki anak membawa perubahan yang sangat besar dalam pada kehidupan seksual. Namun kabar baiknya, semuanya akan kembali normal dalam waktu setahun. Fungsi seksual, gairah, rasa terangsang, dan orgasme, semuanya akan kembali membaik. Jangan pernah patah semangat.

 

3. Perhatikan tips khusus saat berhubungan intim ini:

Ketika telah menunggu dengan sabar dan sama-sama siap, hubungan intim dapat dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang patut jadi perhatian:

  • Ketika sudah tiba saatnya untuk memulai kembali hubungan intim, dianjurkan untuk melakukannya dengan lebih rileks, dan membuang jauh rasa khawatir.
  • Mulailah dengan pemanasan dan bercanda serta komunikasi yang baik. Lakukan aktivitas seks tidak terburu-buru. Nikmati tubuh masing-masing tanpa berharap penetrasi penuh.
  • Untuk mengurangi risiko luka pada vagina saat terjadi penetrasi, pertimbangkan penggunaan minyak pelumas khusus.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Langkah ini efektif mengantisipasi ibu yang belum siap hamil lagi untuk sementara waktu.
  • Kesiapan menerima perubahan bentuk tubuh. Payudara ibu mungkin terlihat lebih berisi, dan ada kemungkinan bila tiba-tiba ASI keluar begitu saja saat melakukan aktivitas seks. Suami mesti siap juga terhadap perubahan ini. Bila merasa sungkan, ibu bisa menyiasatinya dengan menyusui bayi terlebih dahulu hingga susu terkuras sebelum berhubungan intim.
  • Hindari seks oral pada daerah kewanitaan. Ini dilarang karena ketika suami melakukan rangsangan oral pada vagina, udara bisa masuk ke dalam vagina melalui tiupan yang seringkali tidak disengaja. Udara bisa sangat mudah masuk ke pembuluh darah hahim hingga menyebabkan kondisi medis fatal yang disebut emboli udara.
  • Jika saat melakukannya ada rasa tidak nyaman, istri harus terbuka sehingga suami bisa berhenti dan melakukan aktivitas lain seperti mencium dan memeluk. Jika sudah bisa lagi dan siap, hubungan intim bisa dilanjutkan kembali.
  • Hal yang paing utama ketika berhubungan intim kembali setelah melahirkan adalah bersabar, komunikasi dan saling mengerti.

Memang tidak bisa dipungkiri, berhubungan intim setelah melahirkan tidaklah dengan yang sebelum istri melahirkan. Lubang senggama dan segala yang berkaitan butuh perhatian khusus akibat telah dilaluinya buah hati lahir ke dunia.

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here