Penyebab Depresi dan Cara Mengatasinya – Berapa ribu Kg isi karung yang anda pikul? Konflik personal, Gaya hidup, hingga tuntutan kebutuhan seakan menjadi beban yang begitu berat dan menjadi sumber masalah yang membuat Anda mengalami Depresi.

Ibarat tamu yang tak diundang, depresi bisa datang kepada siapa saja dengan beragam penyebab. Gangguan kesehatan mental ini bisa menyerang orang miskin atau kaya. Tak terkecuali para selebriti atau rakyat jelata.

Penyebab spesifik depresi tidak diketahui dan faktor pemicu munculnya depresi bisa berbeda-beda. Kombinasi beberapa faktor penyebab mengakibatkan munculnya depresi, antara lain genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis.

Depresi biasanya tidak disebabkan oleh satu kejadian saja.Depresi bisa di alami oleh siapa pun dan berapa pun usianya, tapi resiko mengalami depresi semakin meningkat seiring dengan usia.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya depresi, antara lain:
  • Kejadian yang menimbulkan trauma, Banyak kejadian bisa mengakibatkan depresi. Orang terkadang membutuhkan waktu yang lama untuk menerima kejadian yang menimbulkan trauma. Jika tidak bisa menerimanya, orang akan lebih berisiko mengalami depresi. Beberapa contoh kejadiannya adalah penyiksaan atau pelecehan, kematian seseorang yang dikasihi, kesepian akibat terisolasi, masalah dalam hubungan (pernikahan, persahabatan, keluarga, percintaan, dan rekan kerja), serta kesulitan ekonomi.

 

  • Minuman keras dan narkoba, Banyak orang berusaha melarikan diri dari permasalahannya dengan minum minuman beralkohol atau menggunakan narkoba. Justru, penting untuk diketahui bahwa minuman beralkohol dianggap sebagai obat depresan kuat, sehingga memicu dan memperparah depresi yang dialami.
  • Kepribadian, Merasa rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, dan ketergantungan pada orang lain bisa berakibat kepada munculnya depresi. Kepribadian seperti ini bisa diturunkan dari orang tua. Pengalaman yang dialami dan cara asuhan orang tua juga berperan dalam kepribadian seseorang.
  • Penyakit serius, Terkadang depresi muncul secara bersamaan atau sebagai reaksi dari penyakit yang serius. Beberapa penyakit kronis dan mengancam nyawa bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi. Contohnya HIV/AIDSpenyakit jantung koroner diabetes dan kanker.
  • Faktor keturunan atau riwayat kesehatan keluarga, Terdapat keluarga yang memiliki sejarah depresi, gangguan bipolar, kecanduan alkohol, dan kecenderungan bunuh diri bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi.
  • Setelah melahirkan, Perubahan hormon dan juga fisik pada wanita setelah melahirkan sangat berpengaruh dalam pola pikir wanita tersebut. Ditambah lagi, penambahan tanggung jawab serta kehidupan baru karena adanya sang bayi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi pasca kelahiran.

Tentunya, ketika depresi sudah muncul perlu disembuhkan supaya tidak berkepanjangan. Cara mengatasi depresi biasanya dengan meminum obat antidepresan. Terapi dan obat-obatan menjadi metode penyembuhan paling digemari.

namun memodifikasi gaya hidup juga membantu seseorang mengatasi depresi.  Karena bukan sesuatu yang baik ketika Anda terbiasa minum obat untuk mengatasi depresi.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?
  • Ekspresikan Emosi

Utarakan emosi Anda, saat Anda merasa tertekan, kelelahan secara emosi, sedih, tak ada harapan, merasa bersalah, malu dan depresi. Yang paling penting bagi Anda untuk menerima semua emosi ini saat mereka datang.

Lalu cobalah berbagi cerita dan perasaan kepada teman, kekasih, atau orang terdekat kepercayaan Anda. Jika Anda tidak memiliki tempat curhat, usahakan menulis perasaan Anda melalui buku harian atau blog.

  • Meditasi

Hal yang dibutuhkan ketika Anda mengalami depresi adalah mendapatkan ketenangan hati dan jiwa. Salah satu caranya adalah dengan melakukan meditasi.

Sejumlah hasil penelitian membuktikan bahwa meditasi dapat mencegah kambuhnya depresi.

Kekuatan meditasi ini ibarat Anda mengonsumsi obat antidepresan. Mampu membuat Anda merasa lebih tenang. Tapi meditasi haruslah dilakukan dengan konsisten. Jangan hanya dilakukan saat butuh. Jadikan meditasi sebagai rutinitas harian Anda.

Bagi Anda yang beragama Islam, melakukan dzikir dan wirid merupakan bentuk meditasi yang sesuai dengan ajaran. Dzikir adalah untuk melatih hati dan mulut lebih banyak mengingat Allah.

Rutinkan berzikir sepanjang Anda beraktivitas, maka hati pun akan terasa lebih tenang.

  • Tetapkan tujuan

Orang yang depresi dapat merasakan berbagai emosi dan sensasi. Namun yang paling sering mereka rasakan dan terus berkembang biasanya perasaan sedih, cemas, hampa, tak tertolong, tak berharga, dan rasa bersalah.

Sering kali mereka merasa tak bisa berbuat apa-apa atas perasaan tersebut. Untuk mengusir rasa itu, Anda dapat mencoba menetapkan tujuan harian untuk diri sendiri.

Perlahan, Anda dapat merasa bahagia atas pencapaian yang Anda buat. Lama kelamaan, Anda siap menantang diri dengan tujuan yang lebih sulit.

  • Atur asupan makanan

Mengonsumi makanan juga bisa mengurangi tingkat depresi seseorang. Tentu saja bukan sembarang makanan, melainkan makanan yang mengandung selenium dan magnesium tinggi. Kedua kandungan tersebut punya efek yang berguna untuk menyembuhkan depresi.

Jenis makanan yang mengandung selenium antara lain kacang-kacangan, gandum, dan ikan tuna. Sementara makanan yang banyak mengandung magnesium adalah cokelat, biji bunga matahari, kerang, dan biji labu.

Jadi, rutinkan mengonsumsi makanan yang mengandung dua jenis mineral tersebut agar tingkat depresi Anda bisa menurun.

  • Istirahat cukup, olahraga, dan makan sehat

Koneksi pikiran dan tubuh sangat kuat, melebihi dari yang bisa Anda bayangkan. Karenanya beri hak tubuh Anda untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Lakukan olahraga rutin untuk menjaga stamina dan menjaga asupan nutrisi yang baik sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Mayo Clinic menyebutkan, jika Anda memperlakukan tubuh dengan tepat, akan ada perubahan positif pada mental Anda.

  • Tinggalkan rutinitas

Meskipun Anda harus menjalani beberapa rutinitas yang wajib hukumnya, untuk sementara waktu tinggalkan dulu aktivitas yang tidak terlalu penting. Atau, kegiatan yang sebenarnya  membosankan atau sama sekali tidak menyenangkan untuk Anda. Kembalilah kepada rutinitas Anda saat perasaan sudah mulai membaik.

  • Pilih kegiatan positif, atau berteman dengan energi positif

Melakukan kegiatan positif memberikan pengalaman berbeda dari kondisi mental Anda. Meskipun seringkali situasi penuh tekanan tidak bisa dihindari, namun bergaul bersama teman dengan energi positif bisa membantu Anda mengatasi emosi. Setidaknya Anda bisa menikmati waktu bersosialisasi untuk mengalihkan stres dan depresi sementara waktu.

  • Membaca buku

Mulailah hunting buku bacaan yang berisi strategi atau motivasi mengenai mengatasi emosi, stres, dan depresi. Penjabaran dari pakar atau orang yang berpengalaman sama, bisa membantu Anda mencari referensi tepat untuk diri sendiri.

  • Minta bantuan

Cobalah terbuka kepada orang terdekat Anda. Meminta bantuan kepada keluarga atau teman bisa mengurangi beban, dan membuat Anda lebih mudah mengatasi emosi negatif dalam diri.

  • Berlibur

Bagi Anda yang aktif di media sosial pasti cukup mengenal dengan istilah “kurang piknik”.

Istilah yang dimunculkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, ini menunjuk kepada mereka yang kerap berpikir terlalu berat sehingga komentar yang muncul kerap aneh dan tidak sesuai konteks.

Memandang sesuatu secara berat dan rumit memang menjadi ciri munculnya depresi.

Karena itu cara mengatasi gejala depresi seperti di atas adalah dengan lebih sering berjalan-jalan alias berlibur. Dengan berlibur, hati dan pikiran biasanya akan lebih tenang dan bahagia.

Tidak heran di setiap libur panjang banyak orang Jakarta yang memilih berlibur ke luar kota. Mereka menuju tempat-tempat yang bisa dijadikan sarana mengurangi kadar stres saat bekerja.

  • Terapi

Untuk memilih terapi dan konseling untuk mengatasi masalah perlu melihat kebutuhan Anda lebih dulu. Terapi perilaku kognitif tepat bagi Anda yang membutuhkan konseling dalam menentukan tujuan dan mengubah perilaku. Sedangkan psikoterapi membantu Anda menganalisa pola perilaku dan membongkar akar masalah dari emosi negatif.

  • Berusaha dan tawakkal

Tidak ada tempat bersandar yang terbaik selain kepada Tuhan YME. Serahkan semua kehidupan yang Anda jalani hanya kepada Yang Maha Esa. Yakinkan bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada seluruh hambanya.

Dengan menyerahkan semuanya kepada ketetapan yang sudah digariskan, maka pikiran Anda pun tidak akan terbebani lagi oleh berbagai masalah hidup. Hati pun akan lebih damai dan tenang.

Di zaman yang semakin maju dan modern tentunya masyarakat yang ada juga semakin kompleks seperti saat ini, potensi seseorang mengalami depresi memang cenderung semakin tinggi. Karena itu jagalah selalu hati dan pikiran tetap tenang saat menghadapi masalah dalam hidup. Seberat apa pun masalah yang Anda hadapi.

Dan diatas sudah dijelaskan beberapa cara untuk mengatasi depresi, namun jika Anda sudah mencobanya dan masih merasa kesulitan, Anda bisa menggunakan Terapi Binaural Beats Depression untuk mengatasi depresi Anda.

Terapi Binaural Beats Depression merupakan metode terapi yang menggunakan frekwensi gelombang otak sebagai media untuk membantu Anda yang memang sering dan mudah mengalami depresi. Terapi Binaural Beats Depression ini dibuat berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh para ahli dengan cara mengkombinasikan stimulasi gelombang otak dan visualisasi diri.

Terapi Binaural Beats Depression ini dibuat dengan menggunakan frekwensi gelombang otak yang telah disesuaikan, jadi ketika Anda sedang menggunakan dan mendengarkan terapi ini, maka Anda akan bisa merasakan kenyamanan dan kondisi yang sangat rileks yang belum tentu pernah Anda dapatkan selama ini.

Setelah Anda menggunakan terapi ini dengan baik dan penggunaan yang secara rutin, maka Anda akan bisa menghilangkan gangguan depresi yang selama ini menghantui.

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here