Kecanduan Film Porno Dapat Menurunkan Gairah Seksual Hingga Disfungsi Ereksi – Apakah Anda suka menonton film porno? Ya, film porno memang sangat menarik dan bahkan membuat banyak orang kecanduan. Film porno adalah salah satu jenis tayangan yang berisi adegan seksual tanpa sensor yang diperuntukkan untuk pria dan wanita dewasa.

Seiring perkembangan teknologi, seakan dunia ada digenggaman setiap orang, setiap orang mudah saja mengakses situs porno. Adegan dalam film porno sejatinya dibuat sebagai hiburan untuk mereka-mereka yang telah berumah tangga atau bisa dikatakan film ini tidak untuk semua kalangan. Sayangnya perkembangan teknologi yang pesat saat ini menimbulkan bahaya yang memungkinkan mereka yang dibawah umur turut menikmatinya.

Kecanduan film porno dapat diartikan sebagai perilaku berulang untuk melihat film-film porno yang merangsang nafsu seksual, dan sulit untuk menghentikannya. Kecanduan pornografi adalah salah satu kecanduan yang paling sulit untuk diobati. Padahal selain merusak kehidupan sosial, kecanduan ini juga dapat memberikan dampak pada tubuh secara fisik dan psikis.

Bahaya Lain Kecanduan Film Porno

Banyak penelitian telah mengkonfirmasi hal tersebut dan menjelaskan secara detail apa saja bahaya film porno terutama bagi otak. Berikut beberapa dampak pornografi pada tubuh manusia:

1. Merusak otak

Menurut Dr Mark, pakar adiksi pornografi dari USA, dalam artikel detikHealth, kecanduan narkoba menyebabkan kerusakan pada tiga bagian otak. Sedangkan pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi).

Kerusakan bagian otak ini akan membuat prestasi akademik menurun, orang tidak bisa membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan manusia dengan binatang.

Pada pecandu pornografi, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik. Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik.

Tapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak akan bekerja dengan sangat ekstrem kemudian mengecil dan rusak.

2. Menyebabkan kecanduan masturbasi

Pria yang terlalu sering menonton film porno bisa dipastikan juga kecanduan onani. Masturbasi dapat mengganggu mental atau kondisi kejiwaan sehingga menghambat pergaulan baik itu di dunia kerja maupun di lingkungan sosial.

Bahaya onani sangat banyak, lebih baik hindari semua pemicu yang dapat menimbulkan keinginan anda masturbasi, salah satunya dengan menghindari menonton film porno.

3. Menyebabkan seks menyimpang

Sudah banyak kasus terjadi dimana seseorang melakukan pemerkosaan karena terpengaruh dengan adegan seks yang ditontonnya. Terlalu sering menonton adegan porno juga dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga terutama jika suami ingin mempraktekkan adegan yang dilihatnya tanpa peduli apakah istri bisa atau tidak.

2. Menurunkan Gairah Seksual

Salah satu bahaya film porno yang paling sering terjadi adalah gairah seks terhadap istri atau pasangan menurun drastis, ini terjadi karena otak sudah terbiasa dengan stimulasi seksual berupa audio visual yang ditonton di video porno.

Adegan dalam film tersebut akan merangsang pusat gairah di otak. jika aktifitas tersebut disertai dengan orgasme (melalui masturbasi) maka akan terjadi reaksi kimia dan hormon-hormon akan dilepaskan. Akibatnya, otak mulai mengasosiasikan gairah seks dengan gambar, suara atau video, dan bukannya dengan seseorang secara fisik.

Jika seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengajar otak untuk mengasosiasikan gairah seks dengan film porno, maka otaknya tidak dapat lagi mengaitkan gairah dengan lawan jenis.

Pasangannya bukan lagi sesuatu yang dapat membangkitkan libido, karena gairah seks yang dimiliki selalu menuntut dipuasakan dengan cara menonton video porno.  Akibatnya dia perlu berfantasi seksual untuk membangkitkan gairah seksual meski saat itu dia sedang bersama istrinya, atau mungkin dia perlu menonton film porno terlebih dahulu untuk membangkitkan gairah seks lalu kemudian berhubungan intim dengan pasangan.

3. Bahaya film porno membuat malas foreplay

Pada umumnya orang menonton sendirian di kamar yang sepi menikmati adegan-adegan dalam film panas. Kondisi ini menyebabkan gairah seks meningkat dan seseorang mengalami ereksi yang keras sampai akhirnya ejakulasi terjadi.

Ia dapat memuaskan dirinya tanpa harus berbuat apa-apa selain konsentrasi di layar kaca. Tidak ada kewajiban foreplay, tidak ada kewajiban mencium pasangan, intinya tidak ada keharusan membangkitkan gairah seks istri dengan merangsang area g-spot dan yang lainnya yang ada di tubuhnya.

Seks yang dialami dengan pornografi terjadi secara spontan tanpa perlu foreplay hingga terbawa pada saat menghadapi pasangan di dunia nyata. Akibatnya, saat istri tidak bergairah padahal belum dicumbu, maka saat itu ia mulai berpikir negatif bahwa istrinya tidak menyukai seks atau tidak senang berhubungan dengannya.

Padahal seks sejatinya adalah aktivitas saling memberi dan menerima untuk meningkatkan keintiman bersama. Orang yang sering bercinta dengan dirinya sendiri (nonton film porno lalu masturbasi) umumnya selalu berorientasi pada hasil dan tidak lagi memikirkan proses.

3. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah gangguan seksual dimana penis tidak bisa berdiri keras saat berhubungan intim. Penyebabnya ada dua yaitu akibat faktor kesehatan fisik dan kesehatan psikis atau mental.

Film porno dapat mempengaruhi mental atau psikis yang membuat orang selalu ingin menonton berulang-ulang. Hal ini menyebabkan penis hanya bisa ereksi ketika menerima rangsangan yang bersifat visual saja dan sama sekali tidak berfungsi meski menerima rangsangan seksual dari istri.

Bahkan sebuah survei di Italia menemukan ada hubungan yang besar antara kecanduan pornografi dan disfungsi ereksi alias impotensi. Prof Carlo Foresta, profesor urologi di University of Padua yang melakukan survei menemukan 70 persen pemuda mencari bantuan klinis untuk masalah seksual karena telah kecanduan pornografi internet.

Menurut Prof Foresta, impotensi yang terkait dengan pornografi bisa disembuhkan. Namun dalam masa pemulihan, dibutuhkan sekitar 4 sampai 12 minggu untuk menghindari rangsangan seksual yang intens.

Mengatasi Disfungsi Ereksi Dengan Herbal

Sekarang telah banyak produk herbal yang telah banyak dipasarkan baik di internet maupun dunia nyata. Laris manisnya obat kuat tak terlepas dari banyaknya konsumen yang inginkan hubungan intimnya bersama pasangan senantiasa terjaga keharmonisannya.

Berbagai produk herbal dari cara-tips telah teruji kemanjurannya. Banyak pelanggan yang membuktikan kemanjurannya dan bebas dari efek samping, karena disamping memang terbuat dari berbagai bahan alami, produk-produk cara-tips juga sudah mengantongi ijin edar secara resmi.

Berikut adalah berbagai produk herbal cara-tips untuk mengatasi disfungsi ereksi;

================

KUATPRIA 123 – Mengatasi impotensi dan tahan lama bercinta
NATURAL GAIN- Obat Herbal Tahan Lama Khusus Penderita Psikologis

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here