Kenapa Harus Takut Dengan Istilah Kolesterol ? – Istilah ‘kolesterol’ sudah cukup dikenal oleh masyarakat banyak. Namun yang ada, menyebut kata kolesterol bagi sebagian orang terkesan menyeramkan. Yang terbayangkan adalah penyakit yang mengharuskan penderitanya berhubungan dengan dokter, rumah sakit, dan obat-obat yang mahal harganya.

Maka perlu pemahaman yang benar mengenai satu kata ini. Satu nilai plus tersendiri untuk Anda yang mau menjadi pribadi yang mudah penasaran terhadap hal-hal yang membawa manfaat. Salahsatunya dengan pemahaman sejumlah orang terhadap kolesterol ini. Jangan berhenti pada penasaran, namun tindaklanjutilah hingga menemukan jawaban yang jelas tentang misteri yang bersemayam dalam otak itu.

Sebenarnya, Apakah Kolesterol Itu ?

Kolesterol adalah komponen lemak / (senyawa lembek yang terdapat diantara lemak) – dalam aliran darah yang dibutuhkan tubuh untuk beroperasi secara normal. Kolesterol berperan penting dalam proses metabolisme tubuh

Diketahui bahwa lemak merupakan salah satu zat yang penting selain protein, vitamin, mineral, dan karbohidrat. Lemak dalam tubuh berguna untuk membentuk dinding sel-sel tubuh. Kolesterol yang dibutuhkan secara normal diproduksi sendiri dalam jumlah yang tepat, yakni hanya sekitar 20% dari total lemak dalam tubuh .

Hati kita juga memproduksi kolesterol dalam jumlah yang banyak untuk membangun membran sel, memproduksi hormon seks, dan untuk memastikan neuron bekerja dengan baik. Tetapi kolesterol juga dapat meningkat jika Anda sering mengonsumsi makanan dengan kadar lemak hewan tinggi atau makanan cepat saji.

Mengenal Jenis-Jenis Kolesterol

Jika Anda melihat hasil tes darah Anda lebih dekat, maka Anda akan melihat adanya dua atau lebih dari jenis kolesterol. Kolesterol merupakan hasil yang menunjukkan jumlah molekul lemak yang ada didalam darah.

Karena sifatnya yang tidak larut, kolesterol memerlukan sarana untuk beredar pada pembuluh darah. Yang membedakan antara satu jenis kolesterol dengan jenis kolesterol yang lain adalah caranya yang beredar ikut didalam darah, yang akan lebih besar atau yang lebih kecil, tergantung pada kerapatan molekul lemaknya : HDL (tinggi) , LDL (rendah) atau bahkan VLDL (sangat rendah) .

1) Low Density Lipoprotein (LDL) – Kolesterol Jahat

LDL merupakan jenis kolesterol berbahaya, sehingga sering disebut juga sebagai kolesterol jahat. Mengapa berbahaya? Kolesterol LDL memiliki kecenderungan melekat di dinding pembuluh darah sehingga dapat menyempitkan pembuluh darah. Tingginya kolesterol ini bertanggung jawab dalam meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

2) High Density Lipoprotein (HDL) – Kolesterol Baik

HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit dari LDL dan sering disebut kolesterol baik karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati, untuk diproses dan dibuang. HDL juga mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah). HDL mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.

3) Very Low Density Lipoprotein (VLDL)

VLDL mengandung jumlah trigliserida (jenis lemak) yang tertinggi dibandingkan HDL dan LDL. VLDL dianggap sebagai “kolesterol jahat,” sama seperti LDL, karena tingginya tingkat VLDL dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. VLDL kurang dikenal luas karena tidak ada cara langsung untuk mengukur jenis kolesterol ini.

Jadi, kenapa harus buru buru takut dengan istilah kolesterol ? yang perlu Anda waspadai adalah ketika pola hidup Anda jauh dari kata sehat. Merokok dengan intensitas tinggi, makan tidak teratur, asupan gizi kurang terpenuhi, mengkonsumsi miras, tidak pernah berolah raga, kurang gerak dan lain-lain. Ciptakan kesehatan diri dan lingkungan dengan pola hidup sehat mulai dari sekarang. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here