Mau Sukses ??? Jangat Takut Ambil Resiko – Kesuksesan adalah milik mereka para pemberani. Mereka tidak ada rasa takut untuk mengambil resiko yang akan terjadi ketika memutuskan sesuatu dan memilih suatu jalan kehidupan.

Masa depan dimiliki oleh para pengambil resiko, bukan pencari keamanan. Semakin Anda mencari keamanan, justru akan semakin sedikit keamanan yang Anda miliki. Justru dengan Anda semakin mengejar peluang, semakin banyak keamanan dan kemenangan yang akan Anda raih.

Hanya orang yang berani mengambil resiko yang akan mencapai hal yang besar. Semakin besar resiko yang diambil, akan semakin besar hasil yang menanti. Resiko kecil, atau yang disebut dengan “keamanan” menjanjikan hasil yang kecil juga. Hukum resiko dan imbalan sudah seperti itu.

Jangan Sembarangan Ambil Resiko

Inilah pentingnya mengapa kita harus berani mengambil resiko. Meskipun demikian, dalam mengambil resiko, harus diperhatikan hal-hal berikut.

1. Tetap Harus Diperhitungkan

Mengambil resiko harus tetap disertai pengukuran kemampuan diri. Penting sekali memperhitungkan sebelum bertindak. Jika resikonya bisa diantisipasi, maka dapat diambil tindakan. Namun sekiranya resiko yang ada tidak sebanding dengan hasil atau kapasitas kemampuan yang dimiliki, lebih baik cari alternatif lain.

Bukanlah suatu keputusan yang tepat jika hanya mencari pembenaran untuk tidak mengambil resiko. Dengan mengatakan beresiko pada suatu hal namun diam tidak bertindak.

Berfikirlah dan perhitungkan resikonya, kemudian tetaplah ambil tindakan untuk mengambil resiko. Karena definisi berani mengambil resiko bukan asal bertindak. Bukan pula nekat tanpa perhitungan. Bukan itu yang dimaksud berani

Perhitungan boleh, namun jangan sampai terlalu menghitung dengan berharap pasti berhasil. Karena Anda tidak akan pernah menemukannya. Perhitungan boleh tetapi jangan berlebihan sehingga Anda tidak pernah bertindak.

2. Singkirkan Kata ‘DIJAMIN’

Tidak ada yang bisa menjamin dan memastikan keberhasilan sebuah proses. Saat Anda mau minum, Anda mengambil gelas kemudian mendekatkan ke mulut Anda, apakah dijamin berhasil? Belum tentu. Bisa jadi saat mendekatkan itu tersambar loncatan kucing hingga gelas jatuh dan air tumpah, siapa yang bisa menjamin ?

Apa lagi dalam kegiatan yang lebih kompleks seperti bisnis, menuntut ilmu, membina keluarga, dan lainnya, dimana faktor yang menentukan keberhasilan tidak sepenuhnya di tangan kita. Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi keberhasilan.

Bukan untuk menakuti, hanya untuk memberikan pemahaman bahwa seperti inilah kenyataannya. Jika Anda dalam bisnis atau mau masuk dunia apapun dan inginkan kesuksesan di dalamnya, Anda harus bersedia menerima kenyataan ini.

3. Jangan Takut, Anda Akan Mendapat “Bayaran”

Kenapa seorang pengusaha tetap berniaga meski selalu ada resiko. Apa motivasi mereka untuk terus menjadi seorang entreprener meski dibayangi dengan resiko? Pertanyaan inilah yang harus Anda gali jawabannya untuk tetap melangkah ke depan meskipun banyak resiko menghadang.

Karena saat berhasil, Anda akan dibayar. Dan semua kerugian yang terjadi akibat kegagalan akan Anda lupakan. Perhatikan contoh keberani mengambil resiko dalam periklanan berikut ini.

Misalnya Anda memasang iklan di Facebook. Anda menghabiskan uang Rp 1.000.000, kemudian gagal. Anda perbaiki iklan Anda. Tapi masih gagal, rugi lagi dan lagi. Anggap sampai 10X. Total Anda gagal Rp 10.000.000.

Karena Anda terus memperbaiki, maka yang ke 11 Anda berhasil. Anda mendapatkan tambahan keuntungan Rp 5.000.000 per bulan misalnya. Maka dalam 2 bulan saja, kerugian sebelumnya sudah tertutup. Bulan ketiga dan seterusnya pendapatkan Anda naik Rp 5.000.000.

Bahkan Anda bisa meningkatkan anggaran iklan Anda sehingga keuntungan semakin besar dan mendapatkan terus-menerus. Anda sudah lupa dengan kerugian Rp 10.000.000 di awal.

Mau Tahu Cara Agar Menjadi Pemberani Menghadapi Resiko ??

Dalam benak Anda tidak menutup kemungkinan beranya-tanya, “Kenapa mereka berani menghadapi tantangan bisnis yang penuh resiko ?”. Ada beberapa hal yang menjadi jawabannya dan patut Anda jadikan pegangan.

1). Keinginan Yang Kuat

Kekuatan yang mendorong seseorang berani mengambil resiko adalah keinginan yang kuat untuk mencapai cita-citanya. Jika ketakutan mengalahkan keinginannya, maka dia akat takut mengambil resiko. Keinginan kuat adalah alasan pertama mengapa menjadi pemberani.

2). Optimisme

Pemberani sadar bahwa resiko itu ada, tapi dia yakin dengan dirinya bahwa dia bisa bangkit, bisa mengatasi, bisa mengantisipasi, saat resiko itu datang. Dia pun yakin, bisa bangkit jika gagal.

Jika Anda gagal, bangkit lagi, coba lagi. Jika Anda tidak punya uang, maka cari uang lagi. Jika Anda gagal terus, artinya Anda tidak pernah belajar. Jika kita terjebak dengan bagaimana jika, bagaimana jika, dan seterusnya, kita tidak akan pernah bertindak, sebab hanya hal negatif yang akan datang ke pikiran kita.

Yang diperlukan adalah bagaimana Anda memiliki pikiran positif dan kepercayaan diri yang tinggi. Itu kuncinya. Orang yang berani mengambil resiko, karena dia berpikir positif dan percaya diri.

3). Ilmu

Jika Anda tidak mengetahui apa-apa tentang sebuah bisnis, misalnya, kemudian Anda menjalankannya, itu yang namanya beresiko. Seperti Anda tidak bisa menyetir, kemudian Anda menyetir dan celaka, apakah salah mobil?

Anda perlu belajar menyetir dulu sebelum membawa mobil. Orang yang belum bisa menyetir atau belum memiliki jam terbang, memiliki resiko jauh lebih tinggi dibanding orang yang sudah berpengalaman menyetir. Masuk akal bukan?

Jadi, untuk mengurangi resiko, Anda perlu belajar dan berlatih. Ada ilmunya cara mengurangi resiko dan Anda perlu berlatih agar jago berbisnis. Cara berlatih bisnis adalah memulai berbisnis dan siapkan mental untuk berhasil dan gagal.

Inilah yang harus Anda lakukan: tingkatkan kualitas, kapasitas, dan ilmu Anda sebelum bertindak. Jangan hanya mengatakan beresiko, tetapi Anda diam saja.

Demikian lah tulisan sederhana yang dapat Anda jadikan referensi untuk menjadi pribadi-pribadi sukses di masa depan Anda. Jika sekarang belum sukses, tetaplah berusaha. Dan jika sekarang Anda menganggap diri Anda sudah sukses, tetaplah berusaha mengembangkan kesuksesan Anda. Semoga bermanfaat.

Baca Juga !

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here