Memakai Kondom, Dari Sejarah Sampai Siapa Saja Yang Tak Boleh Memakainya – Kondom adalah alat kontrasepsi dan pengaman dalam berhubungan intim. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang menghalangi atau mem-blok rute sperma yang diperlukan untuk membuahi telur.

Kondom dapat terbuat dari lateks karet, poliuretan, atau kulit domba. Menurut NHS (National Health Service, Inggris), kondom laki-laki  98% efektif terhadap kehamilan jika digunakan dengan benar, sedangkan kondom perempuan sekitar efektivitasnya 95% .

Pemakaian kondom banyak dilakukan oleh pasangan yang inginkan hubungan seksualnya tidak menjadikan kehamilan. Alasannya pun bermacam-macam. Diantara pasangan memang ada yang belum sah dalam ikatan pernikahan. Ada juga pasutri baru yang memang belum siap kehadiran momongan.

Terlepas dari alasan pemakaian kondom orang-orang sekarang, dan mudahnya mengakses saat ini, tahukah Anda bagaimana sejarah munculnya alat kontrasepsi yang dipercaya paling aman ini ? cara-tips.com kali ini sedikit mengintipkannya untuk pembaca sekalian.

Sejarah Kondom

Sejarah kondom ternyata dimulai sejak zaman Mesir Kuno. Ide untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS) dan tindakan mencegah kehamilan sudah ada. Pada zaman tersebut, para pria menggunakan “kondom” yang terbuat dari kandung kemih binatang.

Memang belum ada fakta apakah “kondom” pada jaman Mesir Kuno itu sebagai alat kontrasepsi atau keperluan ritual agama. Tapi, bisa dikatakan kondom adalah alat kontrasepsi tertua yang dikenal umat manusia.

Awalnya kondom dibuat dari bahan linen, kemudian menggunakan usus hewan dan terakhir menggunakan bahan lateks sampai saat ini. Gabriello Fallopia, dokter dari Italia, adalah orang yang pertama kali membuat sarung linen yang melindungi permukaan kulit penis dan disesuaikan dengan ukuran penis. Kondom linen ini dibuat dengan tujuan untuk menghindari penyakit kelamin. Penemuannya ini diuji coba pada abad ke-15 pada 1000 pria dan sukses.

Pada abad 17, kondom dibuat dari usus hewan, selaput ikan atau bahan linen yang licin. Namun kondom usus hewan ini dirasa mengurangi kenikmatan seksual dan tidak selalu manjur mencegah penularan penyakit karena dipakai berkali-kali. Pada waktu ini (abad 17), pemakaian kondom sempat ditinggalkan karena tidak terlalu bermanfaat.

Kondom karet mulai diciptakan tahun 1870. Harganya sangat mahal dan permukaannya tebal. Para penggunanya disarankan untuk mencucinya sebelum dan setelah hubungan seksual sehingga boleh dipakai sampai karetnya bocor atau pecah. Barulah pada tahun 1930 diperkenalkan kondom lateks yang lebih tipis dan hanya sekali pakai.

Kondom sendiri mulai masuk ke Indonesia lewat program KB yang dibawa BKKBN, yaitu mulai tahun 1970 saat maraknya isu penyebaran HIV AIDS. Dulu, masyarakat masih merasa risih mengenakan kondom karena dianggap mengganggu kenikmatan berhubungan seksual. Bahkan, orang sering memakai kode-kode tertentu untuk membeli kondom di toko.

Sekarang ini, kebanyakan kondom dibuat dari lateks atau plastik. Variasi kondom pun makin banyak bermunculan seperti penambahan aroma buah. Sampai saat ini pun, kondom dipercaya bisa mencegah penularan penyakit menular seks dan HIV. Kondom juga digunakan sebagai alat kontrasepsi.

Manfaat Memakai Kondom Laki-Laki

Bagi Anda yang memang membutuhkan kondom, gunakanlah dengan sebaik-baiknya. Berikut adalah manfaat-manfaat memakai kondom:

  • Efektif dan dapat diandalkan dalam mencegah kehamilan (jika digunakan dengan benar).
    Hampir tidak ada efek samping bagi pengguna.
  • Sangat jarang, mungkin ada beberapa alergi terhadap lateks karet, spermisida, atau plastik.
  • Ada kondom khusus untuk orang-orang yang bereaksi dengan alergi.
  • Tidak ada persiapan yang diperlukan (ideal untuk seks yang tidak direncanakan).
  • Kondom laki-laki tersedia berbabagai bentuk, bentuk, ukuran dan rasa.

Benarkah Tidak Ada Efek Samping Menggunakan Kondom?

Selain Anda harus berhati-hati, Anda juga perlu mewasdai kemungkinan-kemungkin yang akan terjadi dalam memakai kondom, yakni:

  • Bila terjadi kesalahan dalam penggunaan kondom beresiko khususnya bila berhubungan dengan infeksi gonore pada laki-laki.
  • Merusak urutan kejadian selama foreplay dan seks. Beberapa orang mengatakan bahwa kenikmatan seks terganggu karena semuanya harus dihentikan sehingga kondom ditempatkan dengan benar.
  • Cara yang ideal untuk menyelesaikan ini adalah dengan mencakup penempatan kondom sebagai bagian dari seluruh tindakan, bagian dari pemanasan.
  • Beberapa pria dengan masalah disfungsi ereksi menemukan masalah mereka lebih sulit jika mereka harus menghentikan tindakan seksual untuk memasang kondom.
  • Sebuah studi menemukan bahwa hilangnya ereksi akibat penggunaan kondom dapat mengakibatkan perilaku seksual berisiko.
  • Menggunakan ukuran yang salah (terlalu besar atau terlalu kecil) dapat mengakibatkan melorot kondom selama seks.
  • Kuku tajam dan beberapa perhiasan dapat mematahkan atau robek kondom.

Cara Memakai Hingga Buang Kondom Pria

Sebelum mengikuti cara memakai kondom, yang paling dasar dan tidak boleh dilupakan adalah, selalu gunakan kondom baru saat berhubungan intim. Jangan sekali-kali berpikiran untuk menggunakan kembali kondom bekas. Selain jorok dan tidak elegan, kondom bekas tidak melindungi Anda dari apapun. Jika suda dapat dipastikan kondom layak pakai, maka lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

1 Buka Kondom Dengan Tangan Kosong

Cara memakai kondom yang pertama, selalu buka kondom dengan tangan kosong. Karena setiap bungkus kondom pasti memiliki gerigi yang akan memudahkan Anda membukanya. Jangan membuka kondom dengan menggunakan gigi, silet, gunting, golok, kapak, katana, light saber, atau benda tajam lainnya, karena akan berpotensi merusak kondom.

2Periksalah Arah Kondom

Periksa arah kondom dengan menggunakan jari telunjuk Anda (walaupun jempol juga tidak dilarang). Dengan cara memasukkan jari ke kondom dan menariknya perlahan ke bawah. Apabila kondom memanjang, berarti arah kondom sudah benar. Dan jangan lupa posisikan kondom seperti semula, agar mudah digunakan.

3 Pastikan Penis Ereksi

Gunakan kondom ketika penis sudah dalam keadaan ereksi penuh. Apabila penis belum ereksi penuh, silakan lanjutkan foreplay Anda. Namun apabila penis tidak kunjung ereksi, siapa tahu salah Anda salah memilih pasangan atau bisa jadi obat kuat akan menjadi sahabat baik Anda.

Penis harus ereksi karena kondom harus terposisikan secara sempurna dan terlihat ketat di penis namun tetap nyaman, dan hal ini untuk mencegah kebocoran dan sperma menetes keluar.

4 Cubit Bagian Ujung Kondom

Cubit bagian ujung kondom dengan menggunakan telunjuk dan ibu jari. Hal ini berfungsi agar udara tidak terlalu banyak terbentuk di dalam kondom, dan bagian ujung dari kondom akan berfungsi sebagai kantung sperma ketika ejakulasi.

5Tarik Kondom ke Arah Pangkal Penis

Tarik kondom ke arah pangkal penis secara perlahan. Sebagai catatan, apabila Anda menggunakan kondom dengan posisi terbalik, segera buang kondom Anda dan ambil kondom baru. Karena penis yang sudah ereksi terdapat cairan pre-cum yang kemungkinan sudah terdapat sperma. Yang mana selain dapat menyebabkan kehamilan, cairan sperma juga dapat menularkan penyakit atau virus bagi mereka yang mengidapnya.

6 Pelumas Akan Membantu

Gunakan pelumas apabila perlu, karena pelumas akan mengurangi gesekan kondom terhadap vagina. Selain memberikan sensasi yang berbeda, pelumas juga melindungi kondom dari kerusakan seperti sobek. Tapi bagi yang menggunakan kondom berbahan dasar lateks, hindari pelumas berbahan dasar minyak. Karena akan merusak kondom, dan efektifitas kondom akan berkurang.

7 Stop, Cek Kondom Anda

Mungkin sekarang Anda sedang berada di puncak birahi, namun ada baiknya Anda kembali melihat posisi kondom Anda. Apakah kendor, terlepas, atau bahkan paling parah tertinggal di dalam vagina. Apabila kondom Anda kendor, segera ganti dengan yang baru. 5 detik cek kondisi kondom ditengah sesi bercinta akan sangat menolong, dibandingkan dengan 9 bulan kehamilan atau terinfeksi penyakit menular seksual.

8 Saat Ejakulasi

Ada baiknya menjelang ejakulasi, tarik penis dari vagina, lepas kondom dan keluarkan sperma dimanapun yang Anda mau, kecuali di area sekitar vagina tentunya. Dan itu jauh lebih aman daripada mengeluarkan sperma di dalam kondom. Namun bagi yang sudah kelepasan, lepas kondom dengan menarik ujung kondom, namun dengan menahan bagian bawah kondom agar sperma tidak menetes keluar.

Melepas kondom dari Mr. P dan Miss V harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Jauhkan Mr. P dari dalam Miss V, pegang cincin dan ujung bagian bawah kondom, selanjutnya tarik bagian bawah kondom secara perlahan.

9Setelah Memakai Kondom, Buanglah pada Tempatnya

Ketika selesai memakai kondom, buat simpul pada bagian belakang kondom sebelum dibuang. Cara ini mencegah cairan di dalam kondom tumpah dan menyebarkan bau yang tidak sedap. Kemudian, bungkus dengan koran atau tissue, dan buang di tempat sampah.

Ternyata, Tak Semua Lelaki Cocok Memakai Kondom

Siapa saja yang disarankan tidak menggunakan alat kontrasepsi ini ? Pertama, pria yang sensitif terhadap bahan kimia tertentu. Meski sebagian besar aman, beberapa orang mengaku alergi pada bahan kimia yang terdapat pada kondom lateks. Jika Anda adalah satu dari mereka, bisa mencoba pilih yang dari bahan polyurethane atau polyisoprene. Bahan ini memiliki tingkat alergi yang relative lebih rendah.

Ke dua, pria yang sulit tetap ereksi setelah ejakulasi. setelah seks, kondom harus dilepas saat penis masih ereksi, ini menjaga agar sperma tidak tumpah. Jika Anda kesulitan menjaga ereksi setelah ejakulasi, nampaknya perlu memilikirkan alat kontrasepsi yang lain.

Untuk mengatasi ini, ikuti: 5 Cara-Tips Bertahan Ereksi Meskipun Telah Ejakulasi
Itulah kondom yang banyak digunakan lelaki saat berhubungan. Semoga informasi-informasi di atas dapat menjadikan informasi yang berharga untuk pembaca sekalian.

Baca Juga:

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here