Sudah Tahu Bagaimana Proses Pembentukan Sperma? – Menyebut kata ‘sperma’ tak jarang yang terlintas adalah cairan kental yang keluar dari alat vital pria akibat rangsangan yang didapatkan. Kerap kali kata sperma disama artikan dengan air mani yang sebetulnya perlu dibedakan.

Air mani adalah cairan yang dikeluarkan saat pria ejakulasi, warnanya putih ataupun abu-abu dengan jumlah normal sekitar 2 mililiter. Sedangkan sperma adalah salah  satu kandungan yang terdapat dalam air mani. Selain sperma, air mani mengandung sekresi berupa lendir dari kelenjar organ reproduksi pria. Bagi sperma, air mani merupakan kendaraan untuk menuju ke saluran reproduksi wanita.

Sperma itulah yang nantinya akan membuahi sel telur setelah sepasang laki-laki dan perempuan melakukan persetubuhan. Pertemuan sel telur dan sperma akan membentuk janin setelah melalui beberapa waktu, hingga akhirnya menjadi buah hati yang dinantikan pasangan suami istri.

Begitu hebatnya seperma seperti itu, kiranya tak berlebihan jika banyak orang penasaran bagaimana proses terbentuknya sperma itu terjadi. Dalam istilah ilmiahnya pembentukan sperma disebut spermatogenesis. Sepermatogosis dapat didefinisikan sebagai proses pembentukan spermatozoa pada sel spermatogonia melalui tahap mitosis dan meiosis.

Sel tersebut terdapat pada dinding tubulus seminiferus yang terdapat pada testis. Selain sel spermatogonia, pada tubulus seminiferus juga terhadap sel sertoli dan sel leydig. Fungsi sel sertoli adalah untuk memberi makan spermatozoa sedangkan fungsi sel leydig berfungsi untuk menghasilkan testosteron.

Terdapat beberapa hormon yang mempengaruhi proses pembentukan sperma yaitu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis yaitu LH dan FSH. Fungsi LH (Luteinizing Hormone) adalah untuk merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Sedangkan fungsi FSH (Folicle Stimulating Hormone) adalah untuk merangsang sel sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein). Fungsi ABP adalah untuk memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis.

5 Tahapan Pembentukan Sperma

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan spermatozoa. Proses ini dimulai dengan sel benih primitif, yaitu spermatogonium. Pada saat terjadinya perkembangan sel kelamin, sel ini mulai mengalami mitosis, dan menghasilkan generasi sel-sel yang baru.

Sel-sel yang baru dibentuk dapat mengikuti satu dari dua jalur. Sel-sel ini dapat terus membelah sebagai sel induk, yang disebut spermatogonium tipe A, atau dapat berdeferensiasi selama siklus mitosis yang progresif menjadi spermatogonium B. Spermatogonium B merupakan sel progenitor yang akan berdeferensiasi menjadi spermatosit primer. Segera setelah terbentuk, sel-sel ini memasuki tahap profase dari pembelahan meiosis pertama.

Spermatosit primer merupakan sel terbesar dalam garis keturunan spermatogenik ini dan ditandai dengan adanya kromosom dalam berbagai tahap proses penggelungan di dalam intinya.

1. Spermatositogenesis

Spermatositogenesis (spermatocytogenesis) adalah tahap awal dari pembentukan sperma. Spermatositogenesis adalah pembentukan gametositogenesis yang memengaruhi pembentukan spermatosit yang mengandung setengah dari materi genetik. Dalam proses ini terjadi pembelahan spermatogonium (sel benih primitif) hingga menjadi spermatid.

Proses ini terdiri dari dua tahap yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis adalah pembelahan spermatogonium sehingga menjadi spermatosit primer. Sedangkan meiosis adalah pembelahan spermatosit primer menjadi spermatid.

Setiap bagian sel pada spermatid belum sempurna. Sel-sel tersebut masih terhubung satu sama lain oleh jembatan sitoplasma supaya dapat berkembang. Tidak semua spermatogonia (spermatogonium) membelah menjadi spermatosit. Beberapa spermatogonia akan keluar dan membelah untuk memproduksi spermatogonia yang lain.

2. Spermatidogenesis

Proses pembentukan sperma yang ke dua adalah spermatidogenesis, yaitu pembentukan spermatid (haploid) dari spermatosit sekunder melalui meiosis II.

3. Spermiogenesis

Adapun proses pembentukan sperma yang ke tiga adalah spermiogenesis, yaitu peristiwa perubahan spermatid menjadi spermatozoa muda. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari. Selama proses spermiogenesis, spermatid akan membentuk “ekor” dengan menumbuhkan mikrotubulus pada salah satu sentriol.

“Ekor” tersebut akan berubah menjadi aksonema. Bagian depan ekor (bagian tengah sperma. Disebut midpiece) tampak lebih tebal karena mitokondria terdapat dibagian sana untuk menghasilkan energi bagi sperma. DNA juga dimasukkan ke dalam spermatid hingga menjadi kental. Badan golgi mengelilingi nukleus dan menjadi akrosom.

4. Maturasi

Yang ke empat dari proses pembentukan sperma adalah maturasi (pematangan) yang dipengaruhi oleh testosteron. Dalam maturasi, sitoplasma dan beberapa organel yang tidak berguna dihilangkan. Sitoplasma yang telah menjadi resido mengalami fagositosis oleh sel sertoli di dalam testis. Hasilnya, spermatozoa menjadi dewasa namun belum matang. Spermatozoa dewasa dikeluarkan dari sel sertoli yang sangat steril menunju tubulus seminiferus.

5. Spermiasi

yang terakhir dari proses pembentukan sperma yaitu spermiasi (spermiation) adalah peristiwa pelepasan sperma matur dari sel sertoli ke lumen tubulus seminiferus selanjutnya ke epididimidis. Sperma belum memiliki kemampuan bergerak sendiri (non-motil). Sperma non motil ini ditranspor dalam cairan testicular hasil sekresi sel Sertoli dan bergerak menuju epididimis karena kontraksi otot peritubuler.

Sperma baru mampu bergerak dalam saluran epidimis namun pergerakan sperma dalam saluran reproduksi pria bukan karena motilitas sperma sendiri melainkan karena kontraksi peristaltik otot saluran.

(Kembali Ke Nomor 4)

Di epididimis, tahap maturasi kembali berlanjut. Ketika di epididimis, terjadi proses pematangan spermatozoa. Spermatozoa juga menjadi motil sehingga dapat bergerak sendiri melalui “ekor”nya. Hasilnya spermatozoa menjadi sperma matang dan siap digunakan dalam proses fertilisasi.

Sperma yang sudah matang memiliki bagian-bagian seperti kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Bagian kepala sperma terlindungi suatu badan yang disebut akrosom. Bagian ini berinti haploid. Selain itu, badan ini juga mengandung enzim hialurodinase dan proteinase. Enzim ini berfungsi saat proses penembusan lapisan sel telur. Pada bagian tengahnya terdapat mitokondria kecil yang berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma.

Air Mani Dan Kenikmatan Seksual

Selain berbagai posisi seks, kenikmatan seksual juga dipengaruhi oleh kekentalan air mani. Perlu didiketahui, secara anatomi, penis memiliki banyak simpul syaraf yang bertugas mengirimkan sensasi ke area susuna saraf di pusat otak untuk kemudian memberi sesasi nikmat bersamaan dengan ejakulasi.

Jika air mani lebih kental maka kemungkinan lebih menyentul simpul syaraf juga semakin besar. Dari kondisi tersebut bisa disimpulkan bahwa air mani yang kental cenderung memberi sensasi kenikmatan lebih besar dibanding mani encer.

Proses terjadinya pembentukan air mani secara normal terjadi setiap 24 hingga 72 jam, sehingga aktifitas seksual yang terlalu berlebihan (misalnya onani) tau adanya penyakit tertentun seperti diabetes dapat menyebabkan terganggunya produktifitas air mani.

Kualitas air mani tergantung dari pasokan nutrisi khususnya yang mengandung protein, vitamin B12, antioksidan, spermidin, dan zink. Tetapi bila sering terkena polusi rokok, kualitas sperma akan menurun dan rusak akibat racun yang menumpuk pada tubuh. Sehingga secara akumulatif hal ini akan berisiko pada kesuburan pria.

Agar Sperma Berkualitas

Menyehatkan tubuh secara keseluruhan adalah hal utama utuk mendapatkan sperma berkualitas. Selain berolah raga dan menjauhi kebiasaan merokok dan obat-obatan terlarang, perlu juga memperhatikan asupan gizi. Jangan sampai pasokan nutrisi khususnya yang mengandung protein, vitamin B12 berkuran.

Mayoritas kaum pria banyak memanfaatkan telur mentah sebagai solusi. Bahkan menurut mereka telur tidak hanya memperbaiki kualitas sperma namun juga berperan menambah kesuburan serta stamina pria. Penelitan secara ilmiah membtikan bahwa telur memang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan seperm.

Kandungan nutri yang dibutuhkan sperma terseut banyak terdapat pada putih telur, bukan pada kuningnya. Jadi, jika inginmemperoleh semua ntri secara lengkap, maka telur sebaiknya dikonsumsi mentah atau setengah matang. Alasannya karena dalam makanan apapun, unsur panas dapat mengurangi kandungan gizi tak terkecuali pada telur.

Meskipun demikian tidak dianjurkan terlalu sering mengkonsumsi telur dalam keadaan mentah atau setengah matang karena selain nutrisi yang bermanfaat, telur juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat berakibat kebotakan. Selain itu seseorang yang terlalu sering mengkonsumsi telur mentah rentan terserang typhoid yang disebabkan virus salmonella yang banyak berarang di kulit telur.

Selain yang tersebut di atas, untuk membantu dan mempercepat mendapatkan sperma berkualitas dengan semburan berlipat dalam setiap ejakulasi, Anda perlu mengkonsumsi SCount. Kapsul herbal yang diramu khusus memperbanyak dan memperbaiki kualitas sperma.

SCount diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan alami. Sehingga selain manjur akan khasiat-khasiatnya juga aman tanpa efek samping yang menghawatirkan. Untuk memantabkan konsumen, SCount telah terdaftar di dinas kesehatan dengan no Depkes. RI  IKOT 442/00060/V-2 serta POM TR: 163 397 951.

Kapsul ini cukup efektif untuk dijadikan alternatif dalam menyelesaikan masalah seksual. Berikut ini adalah beberapa manfaat penggunaan kapsul ini:

  • Membantu meningkatkan jumlah sperma sampai 300%
  • Membantu meningkatkan kinerja seksual Anda
  • Membantu meningkatkan kesuburan sperma (jika Anda sulit mempunyai keturunan mungkin tingkat kesuburan sperma Anda kurang. Anda bisa menggunakan SCount untuk meningkatkan kesuburan sperma Anda)
  • Membantu Anda untuk bisa memperpanjang durasi dalam bercinta
  • Memabntu meningkatkan kualitas sperma

Pesan Sekarang!!!

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here