Stres dan penyebabnya – Istilah stres tentunya tidak asing di telinga. Banyak orang menyebutkan kata ini ketika fikirannya semrawut tak karuan. Ia merasa tidak dapat mengendalikan situasi karena masalah yang menghampiri membuat kacau fikirannya.

Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri.

Stres dan penyebabnya merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari.

Menurut tingkatan dan dampaknya, stres dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, eustres yaitu stres yang masih dalam tingkatan rendah. Kemunculannya justru memberi manfaat bagi Anda. Stres ini merupakan motivasi yang baik yang mendorong Anda menghadapi sumber stres tersebut dengan cekatan.

Akan tetapi, ketika cara merespons eustres salah, maka muncullah apa yang disebut distres. Distres merupakan keadaan ketika Anda tak dapat menaklukkan eustres sedemikian sehingga tubuh dan pikiran meresponsnya dengan destruktif.

Stres Dan Penyebabnya (Penyebab Stres Atau Stressor)

Stressor adalah faktor-faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres. stres dan penyebabnya dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial dan juga muncul pada situasi kerja, di rumah, dalam kehidupan sosial, dan lingkungan luar lainnya.

Tiga tipe kejadian yang dapat menyebabkan stres yaitu:

  1. Daily hassles yaitu kejadian kecil yang terjadi berulang-ulang setiap hari seperti masalah kerja di kantor, sekolah dan sebagainya.
  2. Personal stressor yaitu ancaman atau gangguan yang lebih kuat atau kehilangan besar terhadap sesuatu yang terjadi pada level individual seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, masalah keuangan dan masalah pribadi lainnya.
  3. Umur, semakin bertambah umur seseorang, semakin mudah mengalami stres. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor fisiologis yang telah mengalami kemunduran dalam berbagai kemampuan seperti kemampuan visual, berp ikir, mengingat dan mendengar.

Dan berikut ini adalah delapan hal yang sering membuat orang stres. Anda perlu waspada.

1. Kondisi Fisik dan Mental

Waspadai kondisi kejiwaan Anda karena ia dapat menjadi pemicu stres. Apabila Anda merupakan tipe pemalu atau tidak memiliki kepercayaan diri, maka Anda akan rentan mendapatkan stres.

Hal tersebut dikarenakan ketika Anda bertemu dengan orang lain, ada saja sesuatu di diri Anda yang melemahkan kepercayaan diri Anda. Padahal, kehidupan menuntut Anda untuk selalu berinteraksi dengan orang lain.

Selain mental, kondisi fisik juga dapat menjadi tekanan tak tertahankan bagi Anda. kegemukan, tinggi badan yang tidak proporsional, wajah yang tidak menarik dapat menjadi teror yang mengerikan bagi Anda.

Bisa jadi stres timbul sebagai akibat Anda menilai kondisi fisik Anda sebagai kekurangan. Penilaian seperti itu, pada ujungnya membuat Anda tidak berskyukur. Anda akan berkutat pada masalah tersebut dan menyalahkan diri sendiri karenanya.

2. Hubungan Personal

Hubungan personal dengan seseorang, yang rumit, sulit, atau pun menemui kegagalan juga dapat menjadi tekanan yang bahaya bagi psikologis Anda. Stres dapat mucul karenanya. Dampak yang timbul dari stres karena hubungan personal biasanya berupa lemahnya kejiwaan, mudah berprasangka buruk, mudah tersinggung, merasa tertindas, dan merasa tersaingi.

3. Hubungan Sosial

Berinteraksi dengan lingkungan, bertemu macam-macam orang seringkali membuat Anda tertekan. Anda harus menghadapi orang yang menuntut Anda untuk melakukan A, sementara hati Anda menginginkan B. Lingkungan menuntut Anda menjadi apa yang bukan diri Anda. Akhirnya, Anda pun berontak.

Kesiapan Anda menghadapi kemungkinan yang bakal terjadi manakala Anda berontak memengaruhi kadar stres yang Anda alami. Semakin siap, kadar stres semakin berkurang. Sebaliknya, semakin tidak siap, kadar stres akan semakin tinggi.

4. Tekanan di Tempat Kerja

Stres di tempat kerja juga dapat muncul lantaran Anda harus mempresentasikan rencana kerja Anda di depan atasan dan rekan kerja. Anda juga harus memperhatikan hubungan dan persaingan dengan rekan Anda.

Penyebab stres di tempat kerja juga dapat berupa rasa bosan karena tugas yang monoton, kompetensi yang diragukan, baik oleh diri sendiri atau oleh rekan dan atasan, lingkungan kerja yang tidak nyaman dan kondusif, tanggung jawab yang tinggi yang tidak sepadan dengan pangkat atau gaji, dan masih banyak lagi.

5. Ditinggalkan Orang-orang Tersayang

Apabila Anda memiliki ikatan emosional yang kuat dengan teman dekat, pasangan, atau keluarga, Anda akan merasa sangat kehilangan manakala salah satu di antara mereka pergi meninggalkan Anda atau meninggal dunia.

Tidak mudah mengikhlaskan kepergian orang-orang tercinta dan melanjutkan hidup. Kesulitan tersebut merupakan gejala stres karena tidak dapat menerima kenyataan bahwa salah satu orang terkasih telah tiada.

6. Problem Finansial

Tak jarang, tidak hanya menjadi penyebab bunuh diri, masalah ekonomi bahkan menyebabkan seseorang berperilaku kriminal. Banyak kasus di mana seorang pencuri terdorong melakukan aksinya karena kesulitan ekonomi.

Ada juga yang nekad merampok, menjambret, dan menipu juga gara-gara masalah uang. Sungguh faktor ekonomi telah membuat banyak orang tertekan, yang selanjutnya membuat mereka stres. Stres inilah yang pada akhirnya melahirkan perilaku-perilaku yang destruktif seperti tersebut di atas.

7. Penyakit

Stres bisa memperparah penyakit yang Anda derita. Karena penyakit yang tak kunjung sembuh, Anda pun mulai tertekan, entah karena penyakit itu sendiri, biaya pengobatan yang mahal, atau pikiran bahwa semakin hari sakit yang Anda derita semakin merepotkan diri dan keluarga Anda.

Stres pun muncul. Akibatnya, penyakit Anda semakin parah. Stres bisa menjadi penyebab sekaligus akibat bagi penyakit Anda. Stres merupakan lingkaran setan yang dapat membunuh Anda secara perlahan

8. Kegagalan

Terobsesi dengan keinginan merupakan hal yang baik. Keinginan dan impian adalah bukti kegairahan hidup Anda. Keinginan dan impian adalah sumber kehidupan Anda. Namun demikian, tidak mungkin Anda meraih impian secara instan.

Hasil tidak jatuh dari langit. Orang Jawa bilang, hasil tidak diperoleh secara mak bedunduk alias cuma-cuma. Butuh waktu dan proses untuk mencapainya. Selain itu, diperlukan juga usaha yang sungguh-sungguh.

Tidak menyadari kenyataan ini akan membuat Anda tertekan dan stres manakala impian Anda tidak terwujud. Begitulah lingkaran stres yang kerap kali tidak disadari. semoga artikel ini bermanfaat.

Simak juga:

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here