Terampil Bicara di Depan Umum – Public Speaking Skill – Berhasil atau tidaknya komunikasi itu apabila informasi yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara kita. Apalagi ketika berbicara di depan umum / publik. Dengan jangkauan audiens yang lebih luas, maka perlu untuk mempersiapkan diri di sini. Sebab seiring dengan kesuksesan, seseorang pasti akan butuh berbicara di depan publik.

Secara umum public speaking berarti adalah kemampuan berbicara di depan umum. Kemampuan berbicara di depan umum ini lebih merupakan keterampilan, sehingga kemampuan ini lebih banyak ditentukan berdasar latihan, pengalaman dan praktek.

Dalam ilmu komunikasi, public speaking diartikan sebagai sebuah cara dan seni berbicara di depan khalayak umum yang sangat menuntut kelancaran berbicara, kontrol emosi, pemilihan kata dan nada bicara, kemampuan untuk mengendalikan suasana, dan juga penguasaan bahan yang akan dibicarakan.

Di dalam public speaking dibutuhkan penguasaan medan dan pengenalan terhadap karakter audiens yang diajak berbicara dan bahasa juga menyangkut gaya tubuh yang menunjang materi pembicaraan.

Kemampuan yang didapat dari membaca dan teori hanya menunjang saja, tetapi pengetahuan teori yang baik akan mempercepat dan menunjang penguasaan public speaking dengan baik pula, sehingga penguasaan teori tetap juga penting.

Dalam era kompetisi global yang begitu maju saat ini, keterampilan public speaking atau berbicara di depan umum adalah keterampilan yang wajib dimiliki oleh siapapun. Tidak peduli entah itu eksekutif, dosen, pengusaha, entrepreneur, mahasiswa, pelajar, bahkan dokter sekalipun. Keterampilan public speaking yang baik akan membuat kita mampu menyampaikan gagasan yang ada di kepala kita secara terstruktur bahkan membekas di hati para audiens.

 

Meski begitu, Keahlian Berbicara di Depan Umum (Public Speaking) masih belum diterima luas sebagai suatu keahlian yang bergengsi bagi individu maupun instansi, meskipun budaya lisan begitu mendominasi gaya hidup masyarakat Indonesia.

pengembangan teknik berbicara secara strategis jarang sekali dimanfaatkan secara optimal bahkan sebaliknya yang terjadi saat berbicara di depan publik adalah rasa takut dan tidak percaya diri. Jika hal ini tidak diatasi, maka pesan, gagasan, dan informasi tidak tersampaikan dengan baik kepada pendengarnya dan tujuan keberlangsungan public speaking tidak tercapai.

Sering kali kita menjumpai beberapa orang atau bahkan diri kita sendiri masih merasa takut dan tidak percaya diri untuk berbicara didepan umum. Ternyata Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang merasa takut dan tidak percaya diri dalam public speaking, yaitu :

  1. Takut akan gagal, ingin selalu sukses dan takut gagal malah kadangkala membuat ketakutan itu semakin besar.
  2. Tidak ada rasa percaya diri, merasa diri tidak mampu untuk melakukan hal tersebut.
  3. Traumatis, memiliki rasa takut dan merasa sendirian ketika berdiri di panggung dan semua mata melihat padanya.
  4. Takut dinilai/dihakimi, hal ini terjadi karena adanya perasaan takut ketika banyak orang membicarakan dirinya atau pendapatnya.
  5. Terlalu perfeksionis, perfeksionis baik, tetapi terlalu perfeksionis dan berharap terlalu banyak pada dirinya sendiri malah membuat efek negatif.
  6. Takut akan orang banyak, merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri ketika berbicara di depan puluhan, ratusan atau ribuan orang.
  7. Kurangnya persiapan, persiapan yang minim membuat rasa takut untuk berbicara di depan umum ini semakin menjadi-jadi.
  8. Stress, menghindari stress ketika berbicara di depan umum.
  9. Blank, takut tidak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus dibicarakan ketika berbicara didepan umum.

Maka berikut ada beberapa tips untuk memperdalam kemampuan kita agar menjadi publik speaking yang baik :

• Niat yang Benar

Adalah prinsip public speaker yang nomor satu. Pembicara publik terbaik dan terdahsyat, berbicara bukan karena uang atau mengejar materi semata. Mereka berbicara karena ingin berbagi pengetahuan dan membuat kehidupan orang lain lebih baik. Meluruskan niat seperti ini merupakan cara sederhana untuk mengatasi grogi yang dialami di depan panggung.

• Memahami Audiens

Sebelum kita memulai untuk berbicara di depan umum maka kita perlu mengenali dulu siapa audiens kita. Kita perlu tahu preferensi usia mereka, tingkat pendidikan, proporsi laki dan perempuan, hingga minat atau interest mereka. Mengetahui audiens kita dengan baik membuat kita lebih siap karena kita bisa membuat materi yang sesuai dengan audiens kita.

• Bergurau dengan audiens

jika kita merasa grogi sebelum naik panggung, maka ada tips praktis yang bisa digunakan, yaitu chit – chat dengan peserta sebelum kita naik panggung. Chit – chat ini berguna untuk membiasakan diri kita banyak berbicara dan menghangatkan pita suara agar kita bisa tampil maksimal ketika sudah berada di panggung.

• Berinteraksi dengan audiens Anda

Setiap orang lebih senang terlibat secara langsung, dibandingkan hanya sekedar mendengar pembicaraan yang bisa jadi membosankan. Maka, saat Anda berbicara di depan umum, pastikan Anda juga sesekali melempar pertanyaan ke audiens, mengajak mereka bermain, ice breaking, dapat menjadi sarana efektif jika presentasi Anda terlampau panjang.

• Audiens Anda adalah bintang

Pembicara publik terbaik selalu menganggap bahwa bukan merekalah bintang utamanya, tetapi adalah peserta (audience). Oleh karena itu, mereka mempersiapkan yang terbaik untuk bisa memberikan manfaat sebesar – besarnya kepada peserta yang datang untuk mendengarkan mereka berbicara.

• Berlatihlah

Saya biasa melakukan rehearse atau latihan gladi resik sebelum tampil. Jadi di sebuah ruangan kosong, saya melakukan simulasi seolah-olah saya sedang berbicara di depan banyak orang. Bahkan saya melakukan simulasi berupa games, jokes, dan cara ini membuat saya lebih pede.

• Menerima feedback

Pembicara yang berhasil adalah mereka yang memastikan diri mereka tampil lebih baik dibandingkan dengan yang kemarin. Caranya gimana? Minta feedback atau umpan balik dari penonton, atau teman kita saat dia melihat kita tampil di depan umum. Feedback tersebut akan sangat berguna untuk memperbaiki performa kita di masa yang akan datang.

• Yakinlah Anda seorang pakar

Banyak orang yang gagal berbicara di depan publik dengan baik karena mereka t.dak merasa percaya diri atas apa yang mereka sampaikan. Maka, jika memang Anda diminta menyampaikan suatu hal yang bukan bidang Anda, sebaiknya tolak secara halus. Namun, jika Anda memutuskan mengambilnya maka pastikan Anda mempelajari dengan seksama topik Anda hingga Anda bisa dipercaya menjadi seorang pakar.

• Memberi visualisasi kesuksesan

Pembicara yang tangguh membuat visualisasi (membayangkan) bahwa presentasi yang mereka sampaikan di depan umum berhasil dengan baik bahkan mendapatkan applause yang sangat meriah dari audiens. Visualisasi ini memberikan kepercayaan diri saat kita tampil di depan umum.

• Senyum, Sapa, Sanjung

Rumus 3S adalah rumus yang biasa digunakan ketika membuka presentasi atau pelatihan. Pastikan kita memberikan senyuman terindah kepada audiens, lalu berikan sapaan yang memukau, baru setelah itu sanjung peserta kita. Hal ini akan membuat pembukaan yang kita lakukan lebih bermakna. Ingat, 3 menit pertama adalah segalanya dalam public speaking.

Selain menggunakan sepuluh tips diatas untuk meningkatkan kemampuan publik speaking, juga dapat menggunakan Binaural Beats. Yang akan membantu anda berkomunikasi dengan mudah dan lancar.

Kenapa dengan Binaural Beats-Public Speaking Skill?
Karena dengan Binaural Beats-Public Speaking Skill, akan memberi stimulasi otak anda melalui gelombang Delta untuk mengurangi rasa cemas ketika berbicara di depan umum.

Selain memberikan stimulasi gelombang Delta otak anda juga akan diberi stimulasi gelombang Theta yang nantinya akan memperkuat kontrol tubuh anda dan menstabilkan fokus tubuh.

Kombinasi dari kedua gelombang otak ini nantinya akan memastikan diri anda semakin percaya diri dalam berbicara, juga mengontrol setiap gerak tubuh anda ketika berbicara sehingga bisa tampil perfect.

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here