Pelupa menjadi ingat – Pernahkan Anda mencari bulpen ? tapi ternyata bulpen itu mangkring terselip di atas daun telinga Anda. Pernahkah Anda muter muter seisi rumah, bertanya tanya kepada anggota keluarga bahkan memarahinya akibat lupa meletakkan hape Anda sedangkan saat itu Anda sedang terdesak harus menghubungi teman atau kolega Anda ?

Pernahkah Anda ketinggalan kunci mobil saat Anda sudah rapi dan sudah sampai garasi ? Pernahkah saat kuliah berlangsung ternyata Anda lupa membawa buku atau lupa mengerjakan tugas dosen ?

Sederet kasus akibat lupa memang kadang konyol, lucu, menggelitik bahkan mengecewakan. Kondisi pelupa memang biasanya sering dialami oleh orang yang lanjut usia, akan tetapi tidak jarang pula kondisi ini dialami oleh orang – orang yang berusia muda.

Ada banyak hal yang membuat orang menjadi pribadi yang pelupa. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya pelupa atau penurunan daya konsentrasi yaitu : anemia / kekurangan sel darah merah, hipoglikemia / kadar gula dalam darah yang menurun, gangguan psikologis (stress-cemas), sindrom kelelahan kronis, kekurangan nutrisi, dan lain sebagainya.

Agar Pelupa Menjadi Ingat

Berikut adalah metode alami untuk meningkatkan daya ingat atau memori hingga sedikit demi sedikit Anda akan terhindar dari sifat pelupa:

1. Konsumsi Makanan yang Baik untuk Otak

Kafein yang berasal dari teh hitam atau teh hijau dapat membantu merangsang memori.
Selain itu, penelitian menunjukkan bawa procyanidins yang terkandung dalam dark chocolate membantu daya ingat atau memori dengan meningkatkan sirkulasi otak ketika melawan inflamasi dan oksidasi.

Asam lemak omega-3, biji rami, kacang kedelai, minyak canola dan minyak kenari sangat penting untuk kesehatan otak. Makanan yang bermanfaat untuk sistem saraf pusat adalah makanan yang mengandung vitamin dan antioksidan yang tinggi seperti sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan minyak nabati.

Hindari lemak jenuh (saturated fat) dan lemak trans yang antara lain ditemukan dalam margarin. Untuk stamina mental, pilihlah karbohidrat kompleks seperti makanan yang terbuat dari gandum utuh dan beras merah.

2. Latihan Fisik (Olahraga) dan Tidur

Berjalan kaki atau bersepeda selama 30 menit setiap hari membantu mengurangi pengeluaran hormon stres cortisol yang membunuh sel-sel otak. Selain itu, olahraga cukup juga dapat membuat tidur lebih nyenyak. Kualitas tidur yang baik akan membantu mengoptimalkan fungsi otak.

Latihan aerobik dapat pula meningkatkan suplai darah ke otak sehingga memasok lebih banyak nutrisi dan oksigen untuk  meningkatkan fungsi otak.

3. Tenang, Jangan Panik

Orang yang kerap kali panik cenderung menjadi orang yang tidak seperti dirinya. Kemudian kadang dia malah melakukan hal-hal yang biasa tidak ia lakukan. Seperti halnya berbohong, kasar, menghina, dan lain-lainnya.

Kenapa demikian, karena ketika panik orang akan fokus dengan menggunakan emosinya, sat itulah berarti ia mengecilkan peran akal. Sedangkan informasi yang telah masuk terdahulu kita tersimpan di dalam akal. Maka ketika akal tidak diperankan dan lebih memerankan emosi, yang terjadi kekuatan akal menjadi lemah dan menjadikan orang mudah lupa.

Jika mau menengok kepada orang yang lebih mementingkan kehidupan setelah mati, mereka tidak begitu mudah marah, sedih, dan senang terhadap hal-hal duniawi. Mereka akan menjadi lebih mudah menyelesaikan suatu masalah, memikirkan sebab-akibat suatu peristiwa, dan menggunakan ingatannya untuk memanggil informasi terdahulu, lalu dipakai untuk menyelesaikan suatu masalah. Ini pula yang didapat dari beberapa aktivitas bermeditasi.

4. Jangan Meninggalkan Sarapan Kecuali Puasa

Sarapan secukupnya telah terbukti meningkatkan kapasistas kinerja seseorang di pagi hari. Apalagi kalau disertai sayur-sayuran dan lauk-pauk yang pas, seperti halnya telur, ikan, brokoli, dan lain-lain.

Mengkonsumsi telur pada pagi hari itu termasuk sarapan yang ideal. Alasannya telur itu mengandung vitamin B yang bermanfaat untuk membantu sel-sel saraf ketika membakar glukosa,  mengandung antioksidan yang bisa mencegah kerusakan neuron, dan mengandung asam lemak omega-3, yang bisa membantu sel-sel neuron bekerja dengan optimal

5. Jangan Pernah Berhenti Belajar

Carilah topik yang menarik minat anda dan mulailah terlibat didalamnya dengan mempelajari informasi-informasi baru dan perkembangan tentang topik tersebut. Jika memungkinkan, anda dapat bergabung dengan kelompok yang memiliki minat yang sama dengan anda untuk berdiskusi dengan orang-orang dalam kelompok tersebut.

Membaca, mengikuti kuliah, program, informasi di televisi dan internet, merupakan sumber pendidikan berkelanjutan untuk otak anda yang tentu saja akan mendatangkan hasil yang bermanfaat untuk perkembangan daya ingat anda.

6. Memperbaiki Hubungan Sosial dan Keluarga

Manusia pada dasarnya memiliki keramahan yang melekat. Semakin sosial anda, semakin baik untuk otak anda. Mengisolasi diri akan merusak banyak sistem tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa otak dan jantung memiliki banyak keuntungan hubungan keluarga dan sosial yang baik.

Sehubungan dengan konteks ini, anda bisa menjadi relawan untuk memberikan bantuan dimana masyarakat membutuhkan anda, atau bahkan berpartisipasi dalam kelompok terorganisir, yang sesuai dengan kepentingan anda sendiri. Jika anda memiliki hewan peliharaan misalnya, anda dapat bersosialisasi dengan orang lain yang juga memiliki hewan peliharaan dan mendiskusikan dengan mereka masalah yang relevan serta mengembangkan hubungan yang lebih erat.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi sifat pelupa yang mungkin sedang melekat pada diri Anda. Selamat mencoba.

Jangan Lewatkan :

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here