Cara Memantabkan Pilihan Untuk Melanjutkan Ke Jenjang Pernikahan – Pernikahan adalah suatu ikatan yang menjadikan status manusia berubah dari lajang menjadi berpasangan dan tak sendirian. Dengan mengucap qabiltu (saya terima nikahnya), maka segebong hak dan kewajiban akan dilimpahkan kepada suami istri.

Jika semasa pacaran atau perkenalan hanya bisa menyapa, jalan bareng, makan bareng. Setelah status sudah suami dan istri, keduanya harus bisa mengolah perekonomian bersama, saling mengingatkan satu sama lain, saling menutupi kekurangan satu sama lain, dan saling melengkapi satu sama lain.

Maka tak heran jika bingung merupakan suatu hal wajar ketika seseorang atau sepasang sejoli ingin membuat hubungannya lebih serius. Berbagai pertanyaan sering kali menyerbu otak hingga membuatnya galau untuk memantabkan pilihan.

Bahkan seperti dikutip laman Boldsky, Rabu (28/8/2013) dalam memilih pasangan, menjadi bingung adalah sifat yang tepat dari cinta. Justru orang yang mengambil keputusan tergesa-gesa adalah orang yang hanya sesaat bergairah. Cinta sejati datang dari kebingungan dan musyawarah. Dan setiap manusia itu berbeda jadi masalah berkomitmennya juga bervariasi.

Memantabkan Pilihan Dengan Menjawab Pertanyaan

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan jelas agar keputusan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan dijauhkan dari keragu-raguan, dan Anda akan melangkah dengan mantab mengarungi hidup bersama.

1. Apakah saya siap berkomitmen ?

Untuk menemukan cinta yang besar tidaklah mudah, karena masalahnya adalah komitmen. Apakah Anda siap berkomitmen dengan calon Anda selamanya, adalah pertanyaan yang harus Anda jawab sebelum memutuskan menikah. Kesepakatan untuk berkomitmen ini yang sering disebut sebagai cinta yang sempurna, yang menyempurnakan rasa suka, saling tertarik, dan keinginan saling memiliki satu sama lain.

Jika Anda benar-benar jatuh cinta, Anda harus sudah mampu berkomitmen selamanya karena mengatakan dalam kata-kata atau membuat janji tidak akan mengubah apa pun. Jika pertanyaan itu jawabannya “iya”, satu poin Anda kantongi untuk memantabkan pilihan menuju pernikahan.

2. Apakah dia pilihan saya ?

Tak ada manusia yang sempurna, begitupun Anda dan calon pendamping Anda. Pernyataan itulah yang mendasari kenapa Anda harus menjawab pertanyaan ini. Sehingga jawaban pertanyaan ini tergantung pada apa yang Anda inginkan dari pasangan Anda.

Tidak ada jaminan bahwa pasangan di kehidupan nyata akan persis seperti yang Anda bayangkan. Jadi jangan mencari kesempurnaan dalam cinta. Maka untuk memantabkan pilihan, Anda harus menjawab pertanyaan itu. Jika Anda sudah menjawabnya dengan “iya, dia adalah pilihanku”, maka secara otomatis Anda siap dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya dan Anda siap melanjutkan hubungan Anda.

3. Apakah saya akan mencari seseorang yang lebih baik lagi ?

Bergaul dengan banyak orang membuat kebanyakan orang bingung dengan orang yang sedang berada di dekatnya. Anggapan bahwa ia akan bertemu dengan orang yang lebih dari yang sekarang tak jarang menggoda hati dan fikirannya.

Maka untuk memantabkan hati melanjutkan pernikahan jawab betul pertanyaan ini, apakah Anda akan mencari seseorang yang lebih baik lagi ? Benarkah Anda siap berhenti dari pencarian Anda ketika wanita yang sekarang di samping And resmi menjadi istri Anda ?

Pertanyaan ini mungkin kedengarannya konyol. Namun jawabannya akan menentukan kesiapan Anda menghadapi cobaan setelah Anda dan dia hidup bersama. Tak jarang saat mendekati pernikahan, kekurangan-kekurangan pasangan akan nampak secara perlahan.

Maka tak heran jika saat bersama, pasangan seringkali berpaling dengan mencari selingkuhan karena tak puas dengan pasangan yang mendampinginya saat ini. Mantabkanlah hati Anda dengan menjawab, “tidak. Pencarianku berhenti sampai di sini”, kemudian lamar dia dan ajak dia menikah.

4. Apakah pernikahan adalah pilihan Anda saat ini ?

Pernikahan tidak harus menjadi satu-satunya pilihan saat ini. Jika Anda dan pasangan Anda sekarang belum sepenuhnya siap pada pernikahan, maka tidak perlu terburu-buru. Jika pasangan Anda ingin komitmen dengan menikahi Anda, maka Anda harus memberi tahunya mengenai apa yang Anda pikirkan saat ini.

Jelaskan padanya bahwa Anda masih mempersiapkan diri untuk langkah yang lebih serius. Namun jika tanpa ada paksaan dari manapun, dan Anda betul-betul telah siap menjalaninya, jawablah “iya”, dan rubahlah setatus Anda dan pasangan menjadi suami dan istri.

5. Tentang “Apakah ini benar-benar cinta ?”

Sebagaimana Anda tahu, tak seorangpun bisa mendefinisikan cinta dengan sempurna. Perasaan-perasaan yang menyelubungi hati itu tak jarang mengecoh si perasa. Beberapa orang bingung tentang cinta karena banyak dari mereka tidak tahu bagaimana cinta itu sebenarnya. Banyak yang beranggapan, cinta itu kesalahan emosi dalam persahabatan, atau bahkan nafsu yang menggoda diantara anak Adam.

Yang perlu Anda tahu, dalam pernikahan cinta bukanlah segalanya. Cinta penting untuk dijadikan bahan untuk membina rumah tangga, namun di atas cinta ada tanggung jawab yang harus dijunjung tinggi oleh keduanya.

Ketika tanggung jawab itu sudah ada, maka cinta akan tumbuh dan menghiasi keduanya. Karena dalam keluarga, mengasihi dan menyayangi adalah bagian tanggung jawab yang harus diberikan pasangan kepada pasangannya.

Tak usah Anda bingung dengan pertanyaan ini. Karena cinta tak harus memiliki, dan jodoh Anda tak harus orang yang Anda cinta sebelumnya. Yang penting adalah, apakah Anda siap bertangung jawab stelah Anda menikah ? itulah sebenarnya yang harus Anda jawab. Jika “iya”, maka Anda boleh melanjutkannya.

Itulah tips tentang cara  memantabkan pilihan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan yang perlu Anda tahu jika saat ini Anda masih ragu tentang ke mana arah hubungan harus Anda bawa. Semoga bermanfaat.

Jangan Lewatkan:

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here