Bercinta Di Bulan Puasa- Bercinta bagi suami istri adalah bagian dari ibadah. Namun di bulan Ramadhan yang menjadikan umat Islam wajib menjalankan puasa itu mengharuskan pasutri tidak boleh sembarangan melakukan hubungan intim.

Puasa yang pada praktiknya melarang makan dan minum itu, juga melarang melakukan hubungan badan bagi pasangan suami istri. Karena pada hakikatnya puasa adalah menahan nafsu, baik makan, minum, amarah, bahkan hasrat untuk menyalurkan kebutuhan biologis diantara suami istri.

Sehingga pada siang hari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari, saat menjalankan puasa, hubungan badan tidak diperbolehkan. Selain membatalkan puasa, dalam fikih dijelaskan bahwa pelakunya terkena kifarat (denda), yaitu memerdekakan hambasahaya, jika tidak mampu maka harus puasa dua bulan berturut-turut, dan jika tidak mampu maka harus memberi makan enam puluh fakir miskinjika tidak mampu maka harus memberi makan enam puluh fakir miskin.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Bercinta Di Bulan Puasa?

Pasangan suami istri diperbolehkan melakukan hubungan intim setelah berbuka sampai terbit fajar. Malam hari adalah waktu untuk bercinta di bulan puasa bagi pasangan suami istri. Namun perlu diperhatikan, meskipun demikian harus memilih waktu yang tepat untuk kegiatan intim ini. Jangan sampai mengganggu ibadah yang lain di bulan Ramadhan, seperti tarawih, tadarus, dan makan sahur.

Selain itu, perlu juga memperhatikan aspek kesehatan karena seks sangat berhubungan dengan kondisi dan stamina tubuh. Sebagaimana diketahui bahwa berhubungan intim akan membakar banyak kalori dan bisa menimbulkan kelelahan setelah melakukannya.

Dokter spesialis andrologi, Heru Oentoeng, mengungkapkan,sebagaimana dilansir suara.com, bahwa berhubungan seks setelah berbuka secara langsung tidak dianjurkan. Alasannya, saat itu adalah saat-saat perut kenyang karena telah melahap menu berbuka dengan semangat setelah haus lapar seharia. Bercinta saat perut terlalu kenyang dikhawatirkan ereksi tidak bisa maksimal.

Selain itu bercinta selepas berbuka akan berpotensi mengganggu ibadah shalat tarawih. Karena setelah bercinta akan timbul rasa lelah, dan untuk bisa menjalankan ibadah shalat tarawih pasutri harus melaksanakan mandi junub terlebih dahulu.

Begitu pula saat waktu sahur, usahakan untuk melakukannya sebelum makan sahur, agar ereksi lebih maksimal. Meski begitu, Heru Oentong menegaskan bulan puasa bukan halangan bagi suami atau istri berhubungan intim, apalagi tergolong ibadah.

“Sebenarnya (berhubungan seks) bisa dilakukan kapan saja ketika sudah waktunya berbuka. Asalkan jangan dalam kondisi perut kenyang,” tandasnya.

Sementara itu Dalam sebuah kesempatan Konselor Seks Dr Naek L Tobing, SpKJ menjelaskan, waktu berhubungan seksual yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan antara pukul 09:00 hingga 10:00 malam. “Jangan terlalu malam, nanti bangun buat sahurnya susah,” kata Naek L Tobing sebagimana dilansir liputan6.com.

Menurut Naek, jika berhubungan seksual setelah berbuka, pasangan suami-istri membutuhkan asupan untuk menambah energi. Apabila terlalu malam, hubungan seksual bisa membuat mereka tidur kebablasan dan tidak sempat mandi wajib, sahur, dan salat Subuh.

Agar Bercinta Tetap Hot Meski Seharian Puasa

Penjelas di atasa itulah bagaimana seharusnya pasutri memilih waktu yang tepat untuk berhubungan intim saat bulan Ramadhan. Jangan lupa, untuk menambah stamina Anda agar seks tetap hangat meskipun bulan puasa, minum selalu Lhiformen.

Kapsul herbal alami yang diramu khusus pria dewasa terdaftar di BPOM dan halal MUI. Membantu meningkatkan produksi hormon testosteron, membantu mengatasi ejakulasi dini, membantu meningkatkan libido, menjadikan ereksi keras dan tahan lama, mengentalkan dan memperbanyak sperma.

Pesan Sekarang!! KLIK!! Dengan Lhiformen, bercinta jadi bergairah dan puasa tetap lancar. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.

Artikel Terkait:

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here